![]() |
Ilustrasi. Sumber Foto: Pixabay |
Beredar pesan di aplikasi percakapan WhatsApp dan media sosial tentang bahaya penggunakan Kalium Bromat/Potasium Bromat (KBraO3) pada roti.
Berikut isi pesan yang beredar:
Mau tau makanan buatan manusia apa yg paling beracun, tapi paling laku ??? ROTI..!!
Roti jaman dulu lain dgn roti masa kini. Skrg produsen mau roti yg cepat dibuat, tahan lama, serta low cost. Konsumen mau roti yg super lembut, fluffly (ngembang), dan berwarna/beraroma menarik. Alhasil roti skrg menjadi gudang bahan kimia yg membunuh secara perlahan demi mengimbangi permintaan..
Potassium Bromate (KBrO3) adalah salah 1 nya. Baru2 ini dinas Bpom India melarang penggunaan zat kimiawi ini karena penelitian terakhir menyimpulkan zat tsb dpt memicu kanker pd manusia (tikus lab terkena tumor ganas saat diberi zat ini), karena bersifat karsinogenik.
Negara China, Kanada, Brazil, dan Eropa sdh duluan melarang penggunaan zat ini.
Potassium Bromate digunakan sbg penguat struktur gluten, pemutih, peningkat elastisitas tektur, dan penahan rangka jaringan roti/kue. Rata2 tepung industri utk pembuatan kue dan roti sdh diperkaya dgn zat ini dan lebih dari 80% roti yg ada di pasaran mengandung zat ini, termsk di Indonesia.
Mengutip standar dunia akan zat aditif, maksimal pemakaiannya adalah sebanyak 50 ppm (parts per million). Semakin lama proses panggang & semakin panas suhunya, makin sedikit residunya. Namun justru karena mayoritas roti skrg, yg memakai zat pengawet dan rata2 dipanggang super cepat, maka biasanya roti tsb dihabiskan dlm 2-3 hari yg secara akumulatif meningkatkan konsumsi zat ini.
Selain kanker & tumor, potassium bromate dpt memicu kelainan tiroid dan gagal ginjal.
Analisis
Kalium Bromat/Potasium Bromat (KBrO3) dapat digunakan sebagai oksidan, bahan tambahan makanan kaleng dan biasanya digunakan sebagai peningkatan mutu tepung serta memperkuat adonan. Mungkin juga dapat digunakan dalam produksi malt barley.
Bahaya Kalium Bromat/Potasium Bromat pada kesehatan:
Paparan Jangka Pendek:
• Terhirup
Menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, dengan kemungkinan gejala batuk dan sesak napas.
•Kontak dengan Kulit
Menyebabkan iritasi pada kulit. Gejala termasuk kemerahan, gatal dan nyeri.
•Kontak dengan Mata
Menyebabkan iritasi mata, dengan gejala kemerahan, nyeri dan dapat menyebabkan kerusakan mata
•Tertelan
Dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, dengan kemungkinan gejala termasuk mual, muntah dan diare.
Menyebabkan sakit perut, penurunan produksi urin, tekanan darah rendah, methemoglobinemia, kejang, kerusakan hati dan ginjal dan koma. Sianosis dapat terjadi sebagai gejala kemudian. Kematian dapat terjadi dari kegagalan ginjal dalam 1 sampai 2 minggu. Perkiraan dosis mematikan adalah 4 gram.
Paparan Jangka Panjang:
•Kontak dengan Kulit
Paparan jangka panjang dan berulang dapat menyebabkan iritasi kulit, luka bakar dan ulkus.
Badan POM RI telah melarang penggunaan Kalium Bromat/Potasium Bromat sebagai bahan tambahan makanan yang ditetapkan melalui Permenkes RI No. 722./Menkes/Per/IX/1988 dan perubahannya No. 1168//Menkes/Per/X/1999.
Penggunaan Kalium Bromat/Potasium Bromat dalam makanan dan minuman dapat membahayakan kesehatan karena bersifat karsinogenik (pemicu kanker).
Ir. Chandra Irawan, MSi, pakar kimia pangan dan gizi dari Akademi Kimia Analis Bogor menuturkan, sebagian produsen 'nakal' memang suka memasukkan zat pengawet seperti Kalcium Propianat dan Potasium Bromat secara berlebihan ke dalam adonan roti. Pengawet ini biasanya ditambahkan agar roti lebih tahan lama dan tampilan selalu menarik.
Berikut beberapa cara yang diberikan Ir. Chandra untuk membedakan roti yang menggunakan pengawet secara berlebihan, yaitu:
- Masa kadaluarsa roti menjadi sangat lama dari biasanya
- Tampilan roti sangat putih
- Teksturnya tidak lembut dan kenyal, tetapi menjadi agak keras sehingga bisa tahan lama.
Kesimpulan, berdasarkan analisa di atas bahaya Kalium Bromat/Potasium Bromat adalah FAKTA.
Salam Icokes, Sekoci Hoaxes!
Tentang Kalsium Bromat/Potasium Bromat pada Roti
4/
5
Oleh
Marveleus