// API callback
relpostimgcuplik({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943"},"updated":{"$t":"2024-08-29T18:10:22.684-07:00"},"category":[{"term":"Informasi"},{"term":"HOAX"},{"term":"Media"},{"term":"International"},{"term":"Indonesia"},{"term":"kesehatan"},{"term":"Berita palsu"},{"term":"Foto"},{"term":"Sejarah"},{"term":"Facebook"},{"term":"Fakta"},{"term":"Mitos"},{"term":"Sains"},{"term":"Kontroversi"},{"term":"Teori Konspirasi"},{"term":"Penipuan"},{"term":"Teknologi"},{"term":"Video"},{"term":"Astronomi"}],"title":{"type":"text","$t":"Hoax Atau Fakta?"},"subtitle":{"type":"html","$t":""},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/-\/kesehatan?alt=json-in-script\u0026max-results=50"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/search\/label\/kesehatan"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"19"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"50"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-7008280573268004700"},"published":{"$t":"2017-09-18T01:18:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2018-01-28T06:38:42.330-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"HOAX"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"}],"title":{"type":"text","$t":"Pesan Informasi \u0026quot;Update Kanker Dari John Hopkins\u0026quot;: Hoax"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgCuhfllEyH1D5uM4bsScYI-FqFRmE5cbBraE_zScRFWSh3kZovf0K0bx-6rc3CEcFBzHjxFyOARqYbTnXnCt08mgHKZDvowY8bqcTXUdsUtW_S0Mnm8c5SCe7lifM6Xa69LogB-7TvILIF\/s1600\/kemoterapi.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"450\" data-original-width=\"770\" height=\"374\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgCuhfllEyH1D5uM4bsScYI-FqFRmE5cbBraE_zScRFWSh3kZovf0K0bx-6rc3CEcFBzHjxFyOARqYbTnXnCt08mgHKZDvowY8bqcTXUdsUtW_S0Mnm8c5SCe7lifM6Xa69LogB-7TvILIF\/s640\/kemoterapi.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EKanker adalah penyakit yang selalu dijadikan momok paling menakutkan oleh manusia. Informasi tentang penanganan kanker banyak beredar di internet, tidak sedikit yang mencatut institusi terkenal untuk meyakinkan pembacanya. Sebuah email yang pernah beredar menyatakan bahwa Rumah Sakit John Hopkins mengedarkan informasi cara alternatif mengobati kanker.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBerikut pesan dari Rumah Sakit John Hopkins yang beredar di internet:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESumber klaim: \u003Ca href=\"http:\/\/wartabepe.staff.ub.ac.id\/2012\/12\/01\/pojok-kesehatan-penyakit-cancer-update-dari-rumah-sakit-johns-hopkins\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003Ewartabepe.staff.ub.ac.id\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E,\u0026nbsp;\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.cancerhelps.com\/fakta-kanker.htm\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Ecancerhelps.com\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E,\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/web.facebook.com\/search\/top\/?q=update%20kanker%20dari%20john%20hopkins\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003EFacebook\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: #f7f7f7; border-left: 5px solid rgb(153, 50, 204); font-style: italic; padding: 15px 20px 1px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EUpdate dari John Hopkins:\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E1. Tiap orang mempunyai sel kanker. Sel kanker ini tidak tampak dalam pemeriksaan standar sampai sel2 ini berkembang biak hingga berjuta jumlahnya. Pada saat dokter memberitahu pasien bahwa tidak ada sel kanker lagi! Setelah menjalani pengobatan, itu artinya pemeriksaan yang dilakukan sudah tidak dapat mendeteksi sel2 kanker karena sel2 tersebut sudah berada di bawah ukuran \/ jumlah yang dapat terdeteksi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E2. Sel kanker tumbuh antara 6 sampai lebih dari 10 kali dalam jangka waktu hidup manusia.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E3. Pada saat kekebalan tubuh seseorang tinggi, sel2 kanker akan dihancurkan dan dicegah sehingga tidak dapat bertambah banyak dan membentuk tumor.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E4. Pada saat seseorang menderita kanker ini menunjukkan bahwa orang tersebut mengalami beberapa kekurangan nutrisi.. Ini dapat terjadi karena faktor genetika, lingkungan, makanan dan cara hidup.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E5. Untuk menanggulangi kekurangan nutrisi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh dapat ditempuh dengan merubah diet (pola makan) dan menambahkan asupan suplemen.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E6. Kemoterapi meracuni sel kanker yang bertumbuh cepat, tapi pada saat yang sama juga menghancurkan pertumbuhan sel sehat dalam tulang sumsum, gastro-intestinal tracts (saluran pencernaan) dll, dan dapat menyebabkan kerusakan pada organ2 lain, seperti hati, ginjal, jantung, paru2 dll.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E7. Sedangkan radiasi, bersamaan dengan fungsinya yang menghancurkan sel kanker, juga menyebabkan luka bakar, meninggalkan bekas luka, dan merusak sel, tissues, dan organ yang sehat.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E8. Perawatan dini dengan kemoterapi dan radiasi dapat mengurangi ukuran tumor, namun penerapan kemoterapi dan radiasi yang berkepanjangan tidak akan menghasilkan pengurangan tumor lebih lanjut.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E9. Pada saat tubuh menanggung beban racun yang berlebihan dari kemoterapi dan radiasi, sistem kekebalan tubuh akan terancam atau hancur, karena itulah seseorang akan mengalami berbagai macam infeksi dan komplikasi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E10. Kemoterapi dan radiasi dapat menyebabkan sel kanker bermutasi dan menjadi tahan dan sulit untuk dihancurkan. Operasi juga dapat menyebabkan sel kanker menyebar ke tempat2 lainnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E11. Cara efektif untuk melawan kanker adalah dengan membuatnya kelaparan, yaitu dengan cara tidak memberikan makanan yg dibutuhkan dalam sel untuk dapat berkembang biak.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESEL-SEL KANKER memakan: \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E* Gula. Dengan meniadakan gula dalam asupan makanan itu berarti menghilangkan makanan utama sel kanker.. Pengganti gula seperti Nutra Sweet, Equal, Spoonful, dll. dibuat dari Aspartame dan ini berbahaya. Pengganti yang lebih natural yaitu madu Manuka atau molasses, tapi dalam jumlah yang sedikit. Garam meja mengandung bahan kimia tambahan untuk menjadikannya putih. Alternatif yang lebih baik yaitu Bragg’s aminos atau garam laut. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E* Susu menyebabkan tubuh menghasilkan mucus ( lendir ), terutama di dalam gastro-intestinal tract ( saluran pencernaan ). Mucus juga makanan sel kanker. Dengan meniadakan susu dan menggantikannya dengan susu kedelai (tanpa gula) sel-sel kanker akan kelaparan. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E* Sel2 kanker berkembang dengan baik di lingkungan yang tinggi asam. Dietari yang berbasis daging sangat tinggi kadar asamnya. Oleh karena itu lebih baik mengkonsumsi ikan, sedikit ayam daripada sapi atau babi. Daging juga mengandung antibiotic, hormon tambahan dan parasit2 untuk peternakan. Kesemuanya ini sangat berbahaya, terutama untuk penderita kanker. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E* Dietari yang 80% berbasis sayuran segar dan sarinya (jus), whole grain, kacang2an dan sedikit buah akan membantu menjadikan tubuh dalam situasi alkaline. 20% dari pe tadi dapat diambil dari makanan yang dimasak termasuk kecambah. Sari sayuran segar mengandung enzim2 aktif \/ hidup yang dapat diserap dengan mudah dan dapat mencapai titik selular dalam waktu 15 menit untuk memberi makan dan mempercepat pertumbuhan sel2 sehat. Guna memperoleh enzim2 aktif untuk membangun sel sehat, minumlah sari sayuran segar (hampir semua jenis sayuran, termasuk kecambah) dan makanlah sejumlah sayuran mentah 2-3 kali sehari. Enzim2 ini hancur pada temperature 40 derajat Celcius.. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E* Hindari kopi, teh dan coklat, karena mengandung kafein yang tinggi. Teh hijau lebih baik sebagai alternatifnya, dan mempunyai unsur2 yang memerangi kanker. Air, yang paling baik yaitu air yang sudah di saring (filtered) guna menghindari racun2 dan kandungan2 logam dalam air keran. Hindari air yang sudah melewati proses distilasi karena mengandung asam. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E* Protein dari daging sulit untuk dicerna dan membutuhkan enzim pencerna yang cukup banyak. Kandungan daging yang tidak tercerna dan tertinggal di saluran pencernaan akhirnya akan membusuk dan menambah timbunan racun. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E* Dinding sel2 kanker mempunyai selaput protein yang kuat. Dengan menghindari makanan mengandung daging, tubuh membutuhkan jauh lebih sedikit enzim untuk mencerna makanan, sehingga sebagian besar enzim dapat menyerang dinding protein pada sel2 kanker dan selanjutnya memungkinkan bagi sel2 tubuh untuk menghancurkan sel2 kanker. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E* Beberapa suplemen menaikan system kekebalan tubuh (IP6, Floressence, Essiac, anti-oxidants, vitamins, mineral, EFAs dll.) sehingga memungkinkan sel2 tubuh sehat untuk menghancurkan sel2 kanker. Suplemen lain seperti Vitamin E diketahui menyebabkan apoptosis, atau sel mati terprogram, yaitu metode natural dari tubuh untuk membuang sel2 yang rusak, yang tidak dikehendaki atau tidak dibutuhkan. Crypto PPHARs dapat membuat sel kanker bunuh diri sehingga dengan sendirinya menghancurkan sel2 kanker tersebut. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E* Kanker adalah penyakit yang melibatkan pikiran, tubuh dan jiwa. Jiwa yang proaktif dan positif akan membantu penderita kanker untuk sembuh. Kemarahan, tidak dapat memaafkan, dan kegetiran menjadikan tubuh dalam situasi yang tegang dan berkadar asam tinggi. Belajar untuk berjiwa lembut dan pemaaf. Belajar untuk bersantai dan menikmati hidup. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E* Sel kanker tidak dapat berkembang dalam lingkungan yang tinggi oksigen. Berolahraga setiap hari dan menghirup nafas dalam2 dapat membantu asupan oksigen dalam tahap selular. Terapi oksigen juga salah satu cara yang digunakan untuk menghancurkan sel2 kanker. \u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cmarquee bgcolor=\"yellow\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red; font-size: x-large;\"\u003E\u003Cb\u003EHOAX\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/marquee\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EANALISIS  \u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003EInformasi yang mengatasnamakan John Hopkins mengambarkan sifat-sifat kanker dan saran dalam penanganannya adalah tipuan.\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003EInformasi tersebut sangat meyakinkan hingga banyak orang mempercayainya, tanpa proses verifikasi Anda tidak akan mendapatkan kebenarannya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKesalahan pesan tersebut mencantumkan nama institusi \"John Hopkins\"; Padahal ejaan yang benar adalah Johns Hopkins. Atas beredarnya pesan tersebut, \u003Ca href=\"http:\/\/www.hopkinsmedicine.org\/kimmel_cancer_center\/news_events\/featured\/cancer_update_email_it_is_a_hoax.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003EJohns Hopkins Medicine\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E telah membeikan keterangan resmi menyatakan bahwa: \"Informasi tersebut tidak dikeluarkan oleh Johns Hopkins. Johns Hopkins tidak mempublikasikan informasi tersebut, \u0026nbsp;juga tidak mendukung isinya.\"\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPesan informasi yang menawarkan pengobatan mudah untuk menghindari dan menyembuhkan kanker adalah tren terbaru yang banyak diedarkan di Website. Untuk mendapatkan kredibilitas, penulis anonim secara sengaja mengaitkan pekerjaan mereka dengan institusi penelitian yang dihormati seperti Johns Hopkins. Pesan ini yang beredar dengan judul \"Update Kanker dari Johns Hopkins.\"\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESejatinya sel-sel di dalam tubuh kita memiliki fungsinya sendiri dalam melakukan aktivitasnya, sel-sel yang normal akan membelah dalam cara yang teratur. Sel akan mati ketika mereka rusak atau kehilangan daya, lalu sel baru akan muncul untuk menggantikan perannya. Dalam hal ini sel-sel yang terus menerus melakukan pergantian akan memunculkan sel di luar kendali hingga menyebabkan munculnya sel kanker, mereka mendesak sel-sel normal.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPesan viral yang kebanyakan beredar melalui email menekankan tentang terapi kanker pada operasi, kemoterapi dan terapi radiasi tidak akan bekerja melawan penyakit kanker, pasien dianjurkan untuk melakukan berbagai program diet.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E \u003Cbr \/\u003EBerikut bantahan dari beberapa klaim yang tersemat dalam pesan:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003ESemua orang memiliki sel kanker: Hoax\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKanker adalah penyakit genetik yang disebabkan oleh berbagai mutasi dan perubahan yang diwarisi dari orang tua kita atau yang lebih umum, didapat dari waktu ke waktu karena paparan dan perilaku lingkungan, seperti merokok dan diet yang buruk. Perubahan ini mematikan pertumbuhan regulator sel yang memungkinkan sel terus terbagi tanpa kontrol, jelas Luis Diaz, seorang ilmuwan dan dokter di Ludwig Center for Cancer Genetics di Kimmel Cancer Center di Johns Hopkins.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKetika sel-sel pada bagian tubuh mulai berkembang di luar kendali, dalam setiap organ dalam tubuh, maka akan muncul sel kanker. Di antara triliunan sel dalam tubuh manusia, pasti setiap orang memiliki beberapa sel abnormal atau atipikal yang memiliki beberapa karakteristik sel kanker, kebanyakan dapat mengatasi dirinya sendiri dan tidak pernah menjadi kanker, jelas Diaz. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ETidak ada standar atau tes tunggal untuk kanker. Ada beberapa cara untuk menyaring kanker tertentu dengan tes seperti \u003Ci\u003E\u003Cb\u003Ekolonoskopi\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E untuk kanker usus besar, \u003Ci\u003E\u003Cb\u003Emamografi\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E untuk kanker payudara, \u003Ci\u003E\u003Cb\u003EPSA\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E untuk kanker prostat, dan \u003Ci\u003E\u003Cb\u003EPap smear\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E untuk kanker serviks, dan tes ini dapat mendeteksi kanker pada tahap yang sangat dini dan dapat disembuhkan. Untuk kebanyakan kanker, saat ini tidak ada tes skrining, dan mereka didiagnosis saat mereka mulai menimbulkan gejala.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003ESistem kekebalan tubuh yang kuat akan menghancurkan sel kanker: Hoax\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKetika berbicara tentang kanker dan sistem kekebalan tubuh, ini bukan masalah kuat atau lemah seperti yang dilaporkan oleh laporan palsu, melainkan sebuah isu pengakuan. Sistem kekebalan tubuh sama sekali tidak mengenali kanker. Dalam kompleksitasnya, sel kanker telah belajar menyamarkan diri pada sistem kekebalan tubuh sebagai sel sehat dan normal.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Sel yang terinfeksi virus atau bakteri mengirimkan sinyal bahaya yang mengatur sistem kekebalan tubuh untuk beraksi. Tapi sel kanker tidak,\" jelas \u003Ca href=\"http:\/\/www.hopkinsmedicine.org\/profiles\/results\/directory\/profile\/0004285\/elizabeth-jaffee\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003EElizabeth Jaffee\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E , co-direktur imunologi kanker dan ahli kanker dan sistem kekebalan tubuh. Dengan menguraikan metode yang digunakan oleh sel kanker untuk membuat mereka tidak terlihat oleh sistem kekebalan tubuh, Jaffee dan tim telah mengembangkan vaksin kanker yang telah berhasil memicu reaksi kekebalan terhadap kanker prostat, kanker pankreas , leukemia , dan multiple myeloma.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EKanker disebabkan kekurangan nutrisi dan suplemen akan mengatasinya: Hoax\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPola makan dan gaya hidup, seperti merokok, berkontribusi besar pada perkembangan banyak kanker manusia, kata direktur Johns Hopkins Kimmel Cancer Center, \u003Ca href=\"http:\/\/www.hopkinsmedicine.org\/profiles\/results\/directory\/profile\/0003578\/William-George-Nelson%20V-MD\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003EWilliam Nelson\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E . Pakar Johns Hopkins merekomendasikan diet seimbang sebagai cara untuk mengurangi risiko kanker. Dalam hal suplemen, Nelson menyatakan bahwa walaupun mereka dapat membantu memediasi kekurangan vitamin, mengambil dosis di atas kebutuhan tubuh tidak memberikan manfaat tambahan. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EKemoterapi dan terapi radiasi menghancurkan sel sehat. Bedah operasi menyebabkan sel kanker menyebar: Hoax\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKemoterapi dan terapi radiasi dapat membunuh sel kanker dengan cara selektivitas yang luar biasa, kata Nelson. Ada beberapa efek samping sementara dan reversibel yang umum terjadi pada terapi kanker, termasuk rambut rontok dan jumlah darah menjadi rendah. Membatasi dan mengelola efek samping ini merupakan bagian integral dari pengobatan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPembedahan merupakan pengobatan lini pertama untuk berbagai jenis kanker. Itu tidak menyebabkan sel kanker menyebar. Kanker menyebar ke jaringan dan organ lain saat tumor terjadi dan sel kanker melepaskan diri dari tumor awal dan melakukan perjalanan melalui aliran darah ke tempat tubuh lainnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EKanker memakan makanan tertentu dalam sel: Hoax\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDalam klaimnya mengatakan cara efektif melawan kanker adalah dengan cara membuatnya kelaparan. Jadi, jika pasien tidak memakan makanan tertentu yang dibutuhkan sel kanker, maka sel tidak akan bisa berkembang biak. Diet yang buruk dan obesitas yang terkait dengan pola makan yang buruk merupakan faktor risiko perkembangan kanker. Namun, tidak ada bukti bahwa makanan tertentu mengubah periaku dari kanker yang ada, pada tingkat sel, dan tidak menyebabkannya menjadi mati atau tumbuh.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003ESusu menghasilkan mucus (lendir), salah satu makanan sel kanker: Hoax\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMeski ada tumor yang menghasilkan lendir, lendir yang diproduksi oleh tumor bukan hasil dari minum susu. Dan makan lebih sedikit daging, sementara pilihan yang baik untuk pencegahan kanker, tidak membebaskan enzim untuk menyerang sel kanker, jelas ahli kontrol dan pencegahan kanker, \u003Ca href=\"http:\/\/www.hopkinsmedicine.org\/profiles\/results\/directory\/profile\/6131602\/elizabeth-platz\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003EElizabeth Platz\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EKanker adalah penyakit pikiran, tubuh dan roh: Hoax\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKanker adalah penyakit yang disebabkan oleh perubahan genetik. Sering kali, perubahan ini terjadi melalui perilaku kita sendiri - merokok, pola makan yang buruk dan tidak seimbang, eksposur virus, dan sengatan sinar matahari, kata ahli kontrol dan pencegahan kanker, \u003Ca href=\"http:\/\/www.hopkinsmedicine.org\/profiles\/results\/directory\/profile\/8049385\/john-groopman\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003EJohn Groopman\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBagaimana stres, keyakinan, dan faktor lain yang mempengaruhi hal ini tidak diketahui. Kami ingin setiap orang bahagia, mencintai, dan bebas stres, ini adalah cara yang bagus untuk hidup dan dapat berkontribusi pada keseluruhan perasaan pada kesejahteraan, kata Platz. Namun, tidak ada bukti bahwa seseorang dapat mencegah atau menyebabkan kanker berdasarkan keadaan pikirannya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EOksigen dapat membunuh sel kanker: Hoax\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPlatz merekomendasikan olahraga teratur sebagai bagian dari gaya hidup sehat, namun ia juga mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa bernapas dalam-dalam atau menerima terapi oksigen dapat menghancurkan sel-sel kanker. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDi situs Web-nya, American Cancer Society mencakup pernyataan berikut tentang terapi oksigen: \"Bukti ilmiah yang tersedia tidak mendukung klaim bahwa memasukkan bahan kimia pelepasan oksigen ke dalam tubuh seseorang efektif dalam mengobati kanker. Bahkan mungkin berbahaya. Ada laporan kematian pasien dari metode ini.\"\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBerdasarkan semua penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pesan \"Update Kanker Dari John Hopkins\" adalah tipuan yang diciptakan seseorang dengan mencatut nama institusi Johns Hopkins.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESalam YukViral.\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/7008280573268004700\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/09\/pesan-informasi-kanker-dari-john.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/7008280573268004700"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/7008280573268004700"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/09\/pesan-informasi-kanker-dari-john.html","title":"Pesan Informasi \u0026quot;Update Kanker Dari John Hopkins\u0026quot;: Hoax"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgCuhfllEyH1D5uM4bsScYI-FqFRmE5cbBraE_zScRFWSh3kZovf0K0bx-6rc3CEcFBzHjxFyOARqYbTnXnCt08mgHKZDvowY8bqcTXUdsUtW_S0Mnm8c5SCe7lifM6Xa69LogB-7TvILIF\/s72-c\/kemoterapi.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-2989078251412164440"},"published":{"$t":"2017-09-06T22:44:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2018-01-28T06:38:42.281-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sains"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sejarah"}],"title":{"type":"text","$t":"Kanker Bukan Penyakit Modern, Sudah Ada Dari Era Prasejarah"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFbebGqe8RTeKyXK6XxA8ViD80mQMbYgJszgjg5sr2LD6_ulTAwJl0VN1RZnzJZ6q_5FbbtUeYmcQ4k_XemiCSc6S2b1eIZhB1urxmen6WKOFQcLaX5E_cT5Zq7P1WC20K06kPAGxP3nSF\/s1600\/kanker.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"400\" data-original-width=\"770\" height=\"332\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFbebGqe8RTeKyXK6XxA8ViD80mQMbYgJszgjg5sr2LD6_ulTAwJl0VN1RZnzJZ6q_5FbbtUeYmcQ4k_XemiCSc6S2b1eIZhB1urxmen6WKOFQcLaX5E_cT5Zq7P1WC20K06kPAGxP3nSF\/s640\/kanker.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EKetika kita mendengar penyakit kanker pastinya akan menjadi sebuah teror besar bagi kelangsungan hidup. Penyakit kanker menjadi momok paling menakutkan dan menjadi salah satu penyebab terbesar dari kematian manusia. Dalam hal ini masih banyak masyarakat berpikir bahwa kanker hanya ada di zaman modern, sebuah teori dasar dari rumor yang berkembang menyatakan bahwa kanker adalah ciptaan manusia dalam kepentingan konspirasi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKanker adalah penyakit yang 90-95% \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC2515569\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003Ekasusnya disebabkan\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E faktor lingkungan dan 5-10% karena faktor genetik. Faktor lingkungan yang biasanya mengarahkan kepada kematian akibat kanker adalah tembakau (25-30%), diet dan obesitas (30-35 %), infeksi (15-20%), radiasi, stres, kurangnya aktivitas fisik, polutan lingkungan. Jika Anda berpikir bahwa kanker hanya ada di zaman modern dan nenek moyang kita tidak pernah mengidap kanker, mari sejenak kita kembali ke masa lalu apakah kanker pernah menyerang manusia prasejarah\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EYang perlu diketahui kanker bukanlah penyakit modern, penyakit ini sudah ada sejak zaman prasejarah. Para arkeolog telah banyak menemukan sekitar 200 kemungkinan di mana kanker pernah menghinggapi manusia prasejarah, untuk memastikan berapa jumlahnya sangat sulit menimbang tulang-tulang zaman purba yang sangat tua.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESebelum menggali lebih jauh terlebih dahulu Anda harus mengetahui tentang \u003Ca href=\"https:\/\/www.cancer.org\/cancer\/cancer-basics\/what-is-cancer.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003Edefinisi kanker\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E. Kanker mulai muncul ketika sel-sel pada bagian tubuh mulai berkembang di luar kendali, dalam setiap organ dalam tubuh. Ada banyak jenis kanker, tetapi semuanya diawali oleh pertumbuhan di luar kontrol sel abnormal.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EProses awal terjadinya kanker dimulai dengan tahap inisiasi - kondisi awal yang memungkinkan terjadinya perkembangan kanker di dalam tubuh. Sel normal dapat rentan menjadi sel kanker ketika dirangsang oleh zat kimia karsinogen yang menempel pada reseptor sel. Pada tahap akhir (stadium 4) adalah yang paling parah, sel-sel kanker telah menyebar jauh dari tempat awalnya hingga sangat sulit atau hampir mustahil untuk disembuhkan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESejatinya kanker tumbuh tidak terkendai dan dapat menyebar (metastasis), ada banyak jenis kanker yang biasanya tumbuh pada paru-paru, payudara, usus besar, leher rahim, atau bahkan di dalam darah. Dalam beberapa hal semua jenis kanker adalah sama, tetapi mereka memiliki perbedaan dalam cara tumbuh dan menyebar. Pada tahap terakhir (stadium 4) kanker akan menyebar tergantung pada sifatnya (melalui darah, limfe atau inkontinuatum).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E \u003Cbr \/\u003ESel-sel di dalam tubuh kita memiliki fungsinya sendiri dalam melakukan aktivitasnya, sel-sel yang normal akan membelah dalam cara yang teratur. Sel akan mati ketika mereka rusak atau kehilangan daya, lalu sel baru akan muncul untuk menggantikan perannya. Dalam hal ini sel-sel yang terus menerus melakukan pergantian akan memunculkan sel di luar kendali hingga menyebabkan munculnya sel kanker, mereka mendesak sel-sel normal.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBeberapa sel kanker dapat tumbuh dan menyebar dengan cepat, ada juga yang tumbuh dan menyebar dengan lambat. Sebagian besar kanker membentuk benjolan yang disebut tumor, namun tidak semua benjolan merupakan kanker. Kanker yang tidak membentuk tumor seperti leukemia atau kanker darah, tumbuh dalam sel darah atau sel tubuh lainnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESetelah Anda mengetahui tentang kanker kita kembali pada sejarah kanker. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa kanker bukan penyakit modern dan \u003Ca href=\"https:\/\/www.cancer.org\/cancer\/cancer-basics\/history-of-cancer\/what-is-cancer.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003Esudah ada sejak era manusia purba\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E. Sepanjang sejarah manusia dan hewan sudah memiliki sel kanker, hal ini diketahui dari penemuan tumor pada fosil tulang, manusia mumi dari era Mesir kuno dan naskah kuno.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDeskripsi tertua tentang kanker (meskipun tidak menggunakan kata \"kanker\") ditemukan di Mesir dari sekitar 3000 SM. hal ini disebut oleh Edwin Smith Papyrus dan salinan dari bagian teks buku Mesir kuno tentang bedah trauma. Teks ini menggambarkan 8 kasus tumor payudara yang ditangani dengan cara kauterisasi. Dalam tulisan teks mengatakan tentang penyakit, \"tidak ada pengobatan\".\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKata \"kanker\" dan \"tumor\" pertama kali diciptakan oleh seorang dokter Yunani, Hippocrates (460-370 SM), ia menggambarkan formasi bisul dan tumor yang diamati pada kulit, hidung dan payudara wanita. Pilihan kata \"kanker\" berasal dari bahasa Yunani yang merujuk pada kepiting, menggambarkan ujung tumor tertentu yang tumbuh seperti jari atau tentakel, seperti cara berjalannya kepiting. Seorang dokter Romawi, Celcus (28-50 SM), kemudian menerjemahkan istilah Yunani untuk kanker, kata Latin untuk kepiting (cancer).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDalam catatan arkeologi yang ditemukan oleh para paleopatolog, ahli penyakit purba, menemukan beberapa tulang \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC3956457\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003Emanusia prasejarah yang mengidap sel kanker\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E. Untuk saat ini, ada sekitar 200 kerangka individu dan mumi dari seluruh dunia telah dilaporkan memiliki jejak kanker dengan keganasan primer dan sekunder yang berbeda-beda.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESalah satu fosil ditemukan jejak kanker pada kerangka periode Neolitik (4000 SM) dari Austria. Bukti tertua tumor dan kanker ditemukan dalam fosil yang berasal dari \u003Ca href=\"http:\/\/journals.plos.org\/plosone\/article?id=10.1371\/journal.pone.0064539\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003E120.000 SM\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E. Namun belum lama ini jejak tumor yang lebih tua ditemukan pada sebuah fosil dari Afrika Selatan yang \u003Ca href=\"https:\/\/www.newscientist.com\/article\/2099301-fossil-tumour-is-oldest-evidence-of-human-cancer-discovered-yet\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003Eberasal dari 1,7 juta tahun lalu\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E. Fosil tulang metatarsal (tulang kaki) tampaknya milik seorang manusia purba, namun para peneliti tidak dapat memastikan berasal dari spesies manusia apa.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgyH02dBjRF6ojr1MN_OoVg_kRWU4hPOUw6XTwlV2IF3yP1Nzl5s2tN-Zz0e4O7KqfW8bWlXRFYbV7yjl-qdf3VvjU2os5t0YoGdIw108vMC0QJdSELl7uqMBGGZ9zlIWEm9jolt5ya5Acu\/s1600\/fosil+tulang.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"800\" data-original-width=\"1200\" height=\"425\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgyH02dBjRF6ojr1MN_OoVg_kRWU4hPOUw6XTwlV2IF3yP1Nzl5s2tN-Zz0e4O7KqfW8bWlXRFYbV7yjl-qdf3VvjU2os5t0YoGdIw108vMC0QJdSELl7uqMBGGZ9zlIWEm9jolt5ya5Acu\/s640\/fosil+tulang.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"color: #666666;\"\u003ETumor ganas tertua. (South African Journal of Science)\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EMenurut \u003Ca href=\"http:\/\/www.paleopatologia.it\/articoli\/aticolo.php?recordID=96\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003EMedicine University of Pisa\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, para paleopatolog tidak setuju tentang prevalensi kanker (jumlah orang dalam populasi yang mengalami penyakit) di masa lalu, terkadang hampir mencapai titik menyangkal keberadaan mereka (kanker), sedangkan yang lainnya mengakui prevalensi sangat rendah dibandingkan saat ini. Intinya adalah kanker memang ada di masa lalu namun jumlahnya sangat langka.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EJadi, kanker dan tumor sudah ada sejak zaman purba, walaupun sangat jarang terjadi. Dalam hal ini semua penjelasan di atas menjawab atas tuduhan bahwa kanker adalah bisnis karena dianggap hanya muncul di era modern. Dalam artikel \"\u003Ca href=\"http:\/\/www.yukviral.com\/2017\/01\/konspirasi-kanker-bukan-penyakit-tetapi.html\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EKanker Bukan Penyakit Tetapi Bisnis: Hoax\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/a\u003E\", klaim bahwa kanker bukan penyakit melainkan bisnis telah terbantahkan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cb\u003ESalam YukViral.\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/2989078251412164440\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/09\/kanker-bukan-penyakit-modern-sudah-ada.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/2989078251412164440"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/2989078251412164440"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/09\/kanker-bukan-penyakit-modern-sudah-ada.html","title":"Kanker Bukan Penyakit Modern, Sudah Ada Dari Era Prasejarah"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhFbebGqe8RTeKyXK6XxA8ViD80mQMbYgJszgjg5sr2LD6_ulTAwJl0VN1RZnzJZ6q_5FbbtUeYmcQ4k_XemiCSc6S2b1eIZhB1urxmen6WKOFQcLaX5E_cT5Zq7P1WC20K06kPAGxP3nSF\/s72-c\/kanker.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-382506089388879114"},"published":{"$t":"2017-07-18T07:17:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:45.639-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Facebook"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"}],"title":{"type":"text","$t":"Bahaya Casing Ponsel Berisi Cairan Butiran Berkilau Dapat Membakar Kulit?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhMHzV3KzgCpMcXeyj9GjzLDpEsX_59darPvrLo4n_2BvNH2IUEP7OaUjJu0VQ5eCV8Rr0V8q3oTw01-INcCedi83-QQE8OoyX8yW2CAPbh2MP8wIvNXQPEMVKCeVmeYPLQhQuL92iFhDoM\/s1600\/olivia.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"440\" data-original-width=\"770\" height=\"364\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhMHzV3KzgCpMcXeyj9GjzLDpEsX_59darPvrLo4n_2BvNH2IUEP7OaUjJu0VQ5eCV8Rr0V8q3oTw01-INcCedi83-QQE8OoyX8yW2CAPbh2MP8wIvNXQPEMVKCeVmeYPLQhQuL92iFhDoM\/s640\/olivia.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ESebuah kabar viral di Facebook memperingatkan tentang bahaya casing gliter ponsel berisi cairan dan butiran bling-bling cantik yang bisa menyebabkan luka dikulit. Pemilik akun Dian Ardianti memposting beberapa foto mika ponsel yang diklaim mengandung zat kimia berbahaya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"MediaCard-media\"\u003E\u003Ciframe allowtransparency=\"true\" frameborder=\"0\" height=\"466\" scrolling=\"no\" src=\"https:\/\/web.facebook.com\/plugins\/post.php?href=https%3A%2F%2Fweb.facebook.com%2Fsimbolon.steel%2Fposts%2F291498684655459\u0026amp;width=400\" style=\"border: none; overflow: hidden;\" width=\"400\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EKasus casing ponsel dengan motif berkilauan mengandung zat kimia berbahaya sebelumnya juga pernah menjadi viral di luar negeri. Pada tahun 2015, pengguna Facebook Erin Nelson dari Selandia Baru melamporkan bahwa kulitnya terbakar oleh cairan misterius yang bocor dari casing ponsel iPhone 5 miliknya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"MediaCard-media\"\u003E\u003Ciframe allowtransparency=\"true\" frameborder=\"0\" height=\"602\" scrolling=\"no\" src=\"https:\/\/web.facebook.com\/plugins\/post.php?href=https%3A%2F%2Fweb.facebook.com%2Fphoto.php%3Ffbid%3D10205310081616021%26set%3Do.129128347128521%26type%3D3\u0026amp;width=400\" style=\"border: none; overflow: hidden;\" width=\"400\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ESeorang anak gadis berusia sembilan tahun, \u003Ca href=\"http:\/\/www.telegraph.co.uk\/news\/newstopics\/howaboutthat\/12096634\/Girl-nine-has-iPhone-shaped-scar-for-life-after-case-leaks-toxic-glitter-onto-her-leg.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003EOlivia Retter\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, mengalami hal serupa. Bagian paha kakinya mengalami iritasi kemerahan dengan bentuk ponsel iPhone 5 miliknya. Toxic glitter merah muda bocor ke kaki Olivia Retter saat dia berada di tempat tidur, meninggalkan bekas tanda dalam bentuk iPhone 5c miliknya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhYztWvnsbRIPEchCzf8iDB0FnDoElm9vWPtz_Y3t8QJOHg3Hu8RC6AEmmICYGc_yph9cMNPJMHNBqlqOnLhqaWPEVc5BPKUS6KjKk-lkzhn8Onn1zqGos99dFVFSURhRix08Wayd2i5_OT\/s1600\/Olivia-Retter_3547971b.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"387\" data-original-width=\"620\" height=\"248\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhYztWvnsbRIPEchCzf8iDB0FnDoElm9vWPtz_Y3t8QJOHg3Hu8RC6AEmmICYGc_yph9cMNPJMHNBqlqOnLhqaWPEVc5BPKUS6KjKk-lkzhn8Onn1zqGos99dFVFSURhRix08Wayd2i5_OT\/s400\/Olivia-Retter_3547971b.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EKasus yang sama juga menimpa Amber Sterling, tangannnya terbakar akibat \u003Ca href=\"http:\/\/www.seventeen.com\/health\/news\/a47163\/glitter-phone-case-burns\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003Ekebocoran casing glitter\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E ponsel. Pengguna Facebook lainnya, Erica, mengalami hal serupa dan lebih buruk. Kulit bagian perutnya terasa seperti terbakar disebabkan hal yang sama kebocoran casing glitter ponsel.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEimkhxjcdGj91ojsd-zuOq3yvUxZXN4BdLr_zOBY8groLCGLVXoTSfriE0aR9IfKLFsb6nQj6qiNwqKlz3nKcVXewdYWZ-1_FBHIX1WdpU5CkjiOuM1Tw3NMIXhyT9ckbboQeitxxVZxalb\/s1600\/kiri.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"384\" data-original-width=\"768\" height=\"200\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEimkhxjcdGj91ojsd-zuOq3yvUxZXN4BdLr_zOBY8groLCGLVXoTSfriE0aR9IfKLFsb6nQj6qiNwqKlz3nKcVXewdYWZ-1_FBHIX1WdpU5CkjiOuM1Tw3NMIXhyT9ckbboQeitxxVZxalb\/s400\/kiri.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"color: #666666;\"\u003EAmber Sterling (kiri) dan Erica (kanan)\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ETerkait banyaknya laporan yang mengalami cidera ruam pada kulit akibat kebocoran cairan kimia pada casing ponsel, PIO-NET (Practical Living Information Online Network System) telah memeriksa kasus tersebut.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPIO-NET adalah database yang mengumpulkan informasi tentang pertanyaan mengenai masalah konsumen di Jepang melalui jaringan online. Ada lima kasus yang mereka terima dari konsumen di Jepang, semuanya mengalami hal serupa dengan kondisi yang berbeda-beda terkait bahan kimia pada casing ponsel.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E \u003Cbr \/\u003ENCAC (\u003Ca href=\"http:\/\/www.kokusen.go.jp\/e-hello\/news\/data\/n-20160421_1.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003ENational Consumer Affairs Center of Japan\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E) melakukan pengujian beberapa produk casing ponsel yang dilaporkan telah menelan beberapa korban berdasarkan hasil laporan PIO-NET.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEh79uPyFpozS7akTX6GhVWPOS5lUWGe8n49q44In73sAEi_I6ipYzpEl-IDYbwtIdZ0O9Sunv0PaxD6Raqp59ySgUBQCORhVoJZSkb1KE3FG-tw_eSL35MYNHNf6_-eRGYiciX_W7-oAWWa\/s1600\/glitter.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"190\" data-original-width=\"400\" height=\"190\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEh79uPyFpozS7akTX6GhVWPOS5lUWGe8n49q44In73sAEi_I6ipYzpEl-IDYbwtIdZ0O9Sunv0PaxD6Raqp59ySgUBQCORhVoJZSkb1KE3FG-tw_eSL35MYNHNf6_-eRGYiciX_W7-oAWWa\/s400\/glitter.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"color: #666666;\"\u003ETampilan produk yang diuji NCAC\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ECairan dikemas dari tiga merek ternyata bisa mengakibatkan \"iritasi kulit yang parah\" dan \"korosivitas kulit\", sementara satu merek ternyata bisa mengakibatkan \"iritasi kulit ekstrem\". Namun, tidak semua produk yang beredar di pasaran berbahaya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPihak terkait di Indonesia harus cepat bergerak menyeleksi produk yang aman dan berbahaya agar tidak menimbulkan kepanikan dan insiden yang lebih parah. Berikut saran dari NCAC bagi konsumen:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E1. Jika Anda melihat kebocoran, segera berhenti menggunakannya\u003C\/b\u003E.\u003Cbr \/\u003EJika cairan bocor dan menempel pada kulit, mungkin menghasilkan masalah kulit. Jika Anda merasakan bau yang aneh, segera periksa apakah terjadi kebocoran cairan atau tidak. Jika terjadi kebocoran, segera berhenti menggunakan produk.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E2. Jika cairan menyentuh kulit Anda, segera cuci dengan air bagian kulit yang terkena cairan dan lepaskan pakaian yang terkena cairan.\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003EJika cairan sudah melekat pada kulit Anda, segera cuci area kulit yang terpapar cairan dengan air mengalir. Jika cairan tumpah pada pakaian, segera lepaskan pakaian dan cuci dengan air mengalir. Hubungi dokter jika diperlukan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E3. Hati-hati dari bau yang kuat, yang mungkin menyebabkan masalah kesehatan.\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003ECairan ini memiliki bau yang kuat. Dilaporkan bahwa bau menyebabkan masalah kesehatan. Dalam kasus kebocoran, mengisolasi produk dengan memasukkan ke dalam kantong plastik atau sejenisnya, hati-hati dan selalu menghindari menyentuh cairan. Kemudian, buka ventilasi ruangan jika Anda berada di dalam ruangan tertutup.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cb\u003ESalam YukViral.\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/382506089388879114\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/07\/bahaya-casing-ponsel-berisi-cairan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/382506089388879114"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/382506089388879114"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/07\/bahaya-casing-ponsel-berisi-cairan.html","title":"Bahaya Casing Ponsel Berisi Cairan Butiran Berkilau Dapat Membakar Kulit?"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhMHzV3KzgCpMcXeyj9GjzLDpEsX_59darPvrLo4n_2BvNH2IUEP7OaUjJu0VQ5eCV8Rr0V8q3oTw01-INcCedi83-QQE8OoyX8yW2CAPbh2MP8wIvNXQPEMVKCeVmeYPLQhQuL92iFhDoM\/s72-c\/olivia.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-2100928486192537194"},"published":{"$t":"2017-07-08T02:10:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:45.660-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"HOAX"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"}],"title":{"type":"text","$t":"Telur Palsu Dari China Dijual Di Pasaran Untuk Dimakan?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEilr-VRPGRI95khMvGF8NzB0hBJuFbWzx3Il37hNMD3zsIg5SXRqXvAJfHQd_Os6YQur7wzcAppVlXsWFuSlHkbCuKK5TsyVpxxn0HPWQaNbb12gmd4X1VNFZ0-sm4wgGwHjFLGMOVCw_Jf\/s1600\/telur3.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"449\" data-original-width=\"770\" height=\"372\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEilr-VRPGRI95khMvGF8NzB0hBJuFbWzx3Il37hNMD3zsIg5SXRqXvAJfHQd_Os6YQur7wzcAppVlXsWFuSlHkbCuKK5TsyVpxxn0HPWQaNbb12gmd4X1VNFZ0-sm4wgGwHjFLGMOVCw_Jf\/s640\/telur3.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cb\u003EKlaim\u003C\/b\u003E: Telur palsu dari China yang terbuat dari berbagai bahan kimia beredar dijual ke konsumen untuk dimakan dengan harga lebih murah.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: #f7f7f7; border-left: 5px solid rgb(153, 50, 204); font-style: italic; padding: 15px 20px 1px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EMasih ingat dengan beras palsu yang disinyalir terbuat dari plastik? Kini warga Asia kembali dihebohkan dengan telur palsu.\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EKekhawatiran beredarnya telur palsu sampai membuat Perlindungan Konsumen Penang melakukan sosialisasi besar-besaran terkait perbedaan telur asli dan palsu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EApalagi telur palsu yang disinyalir berasal dari China ini pernah ditemukan di Malaysia pada 2011 lalu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDilansir nextshark, Departemen Kesehatan mengungkapkan cangkang telur palsu terbuat dari kalsium karbonat.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESementara kuning telur dan putih telur terbuat dari bahan-bahan kimia. Seperti tawas, asam benzoat, natrium alginat, kalsium klorida, gelatin, dan air ... \u003Ca href=\"http:\/\/banjarmasin.tribunnews.com\/2017\/04\/28\/hati-hati-telur-palsu-dari-china-beredar-kenali-perbedaannya-di-sini\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003ESelengkapnya\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cmarquee bgcolor=\"yellow\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red; font-size: x-large;\"\u003E\u003Cb\u003ECampuran: Hoax \u0026amp; Fakta\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/marquee\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EANALISIS\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ERumor yang telah lama beredar tentang telur palsu yang diproduksi di China kemudian dipasarkan dengan harga lebih murah dari telur asli, dibuat dari berbagai bahan seperti tawas, asam benzoat, natrium alginat, kalsium klorida, gelatin dan air.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPesan peringatan menyebutkan bahwa telur palsu jika dikonsumsi akan menyebabkan demensia karena bahan tawas yang digunakan. Cerita tersebut telah banyak dirilis di berbagai blog, outlet berita online dan forum selama beberapa tahun terakhir. Cerita ini mulai mendapatkan perhatian luas setidaknya sejak tahun 2007, setelah situs \u003Ca href=\"https:\/\/consumerist.com\/2007\/05\/04\/how-to-make-a-counterfeit-egg-china-style\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003EConsumerist.com\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E merilis laporan cerita ini.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E \u003Cbr \/\u003EConsumerist merilis laporan berita dengan mengambil sumber dari laporan yang ditulis oleh \"Internet Journal of Toxicology.\" Namun, sebuah artikel di blog \u003Ca href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20070716054015\/http:\/\/www.tian.cc\/2007\/05\/hoax-chinese-counterfeit-eggs.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003EWhat Tian Have Learned\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E membahas cerita tersebut secara mendalam, dalam artikelnya menyimpulkan bahwa cerita itu adalah tipuan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESeorang pembaca artikel menghubungi editor \"Internet Journal of Toxicology\", kemudian artikel tersebut dihapus karena kesalahan. Artikel Consumerist terhubung ke versi arsip laporan asli, namun tampaknya Internet Journal of Toxicology telah menggunakan file robots.txt untuk memblokir cerita tersebut agar tidak muncul di arsip internet. Pembaruan pada artikel Consumerist mengakui bahwa ceritanya kemungkinan adalah tipuan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ERumor tentang telur palsu China telah beredar sejak 2004, berasal dari dari sebuah artikel yang dirilis oleh \u003Ca href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20041231042021\/http:\/\/news.xinhuanet.com\/photo\/2004-12\/28\/content_2387255.htm\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EXinhua News Agency\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/a\u003E. Artikel yang dirilis pada 28 Desember 2004 menyebutkan bahwa pedagang keliling menjual telur yang diketahui sebagai telur buatan manusia. \u003Ca href=\"http:\/\/news.xinhuanet.com\/photo\/2004-12\/28\/content_2387255.htm\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003EArtikel tersebut telah dihapus\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E karena mengandung kesalahan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ETelur tersebut lalu diperiksa dan diketahui terbuat dari kalsium karbonat, pati, resin, gelatin dan produk kimia lainnya. Artikel tersebut memuat sebuah foto yang diduga menunjukkan salah satu telur palsu yang disandingkan dengan telur asli. Namun, tidak ada bukti bahwa telur telur dalam foto adalah palsu atau asli. Selain itu, cerita tersebut tidak berdasarkan \u003Ca href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20100216214555\/http:\/\/english.chosun.com\/w21data\/html\/news\/200708\/200708010005.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003Ereferensi\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, tidak ditemukan laporan lain yang kredibel mengkonfirmasi insiden tersebut.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhRoQsgRTXLfVBFkqWj3ErrAzpspP6yaRpUnDP8jVTyjI2lqygj3mE6q-IpTyfYFK6WghIKpF0pRaJhFDqo4Qu3NrAxAtrqfT2HlDVZtG1yVybFSeRSoYp2WrKplepIyXbWVBjmDeQOGsXx\/s1600\/telur.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"407\" data-original-width=\"500\" height=\"325\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhRoQsgRTXLfVBFkqWj3ErrAzpspP6yaRpUnDP8jVTyjI2lqygj3mE6q-IpTyfYFK6WghIKpF0pRaJhFDqo4Qu3NrAxAtrqfT2HlDVZtG1yVybFSeRSoYp2WrKplepIyXbWVBjmDeQOGsXx\/s400\/telur.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EPembuatan telur palsu bisa saja dilakukan dan itu cukup mudah, namun tidak ada bukti bahwa telur palsu \u003Ca href=\"http:\/\/www.thehindu.com\/news\/national\/kerala\/Hoaxers-in-Kerala-hatch-%E2%80%98toxic-Chinese-egg%E2%80%99-scare\/article16074789.ece\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003Edijual di pasaran secara luas\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E dan tidak rasional jika telur palsu dijual dengan harga lebih murah. Telur palsu yang dilaporkan oleh kantor berita Xinhua diketahui palsu karena saat direbus tetap keras dan tidak berbau seperti telur asli.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ELaporan Xinhua tentang ciri-ciri telur palsu sangat bertentangan dengan versi selanjutnya yang menyatakan bahwa telur palsu jika dimasak akan seperti telur asli dan bahkan rasanya hampir sama. Sangat tidak mungkin bahwa telur yang terbuat dari ramuan zat kimia termasuk tawas akan mengeluarkan bau seperti telur asli.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKlaim bahwa telur palsu dijual dengan harga lebih murah tidak rasional dengan mempertimbangkan biaya produksi. Biaya bahan dan biaya distribusi secara luas hingga ke luar negeri tidak sebanding dengan keuntungan yang akan didapatkan, hal ini sulit dipercaya bahwa telur palsu dapat diual dengan harga lebih murah dari telur asli, bahkan klaim umumnya mengatakan telur palsu dijual setengah harga dari harga telur asli.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ETidak menutup kemungkinan ada vendor di China memproduksi telur palsu, tapi bukan untuk dimakan melainkan untuk mainan. Dalam hal apapun sulit dipercaya jika telur palsu dijual untuk dimakan dengan harga lebih murah dari telur asli, sumber cerita awal jelas meragukan dan karena cerita tersebut menjadi viral disebarkan secara masif dan berulang-ulang hingga dianggap kebenaran.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EVideo telur palsu banyak beredar di \u003Ca href=\"https:\/\/www.youtube.com\/results?search_query=telur+palsu\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003EYoutube\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, namun semua video tidak ada yang memberikan bukti bahwa telur palsu dijual di pasaran, hanya menampilkan cara membuat telur palsu dan ciri-ciri telur palsu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESalah satu video yang diklaim telur palsu dari China nyatanya hanya telur mainan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"tubevideo\"\u003E\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" frameborder=\"0\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/_F_t1RAtttA\" width=\"640\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEi4HvjTkK2VIrpmR6xhS1pR8KaQ5M40q56grSFhE1Mp58O0FYtdx4rmTAIUMvBR8Bkg9gsCyvSTi9_yuLudlkYwYpgaC1I0bv35DVuyDpsU1gscGR-E-2PfSDSQVHx1hvTSjxEyiYBNsLsw\/s1600\/telur1.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"964\" data-original-width=\"800\" height=\"400\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEi4HvjTkK2VIrpmR6xhS1pR8KaQ5M40q56grSFhE1Mp58O0FYtdx4rmTAIUMvBR8Bkg9gsCyvSTi9_yuLudlkYwYpgaC1I0bv35DVuyDpsU1gscGR-E-2PfSDSQVHx1hvTSjxEyiYBNsLsw\/s400\/telur1.png\" width=\"331\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgAjDTnTZkr9t-pGY7-AFYx489UwKPv-l77r8gSLTmwgBgMfJBw28gbea9PLzy8Aol6TEWMnJ83aNyTLDPx3V2NyEZ-7lcqdXPvTNo_5nrGLH9hKSa2LKSyTmD4y2Ny8nxB9x95J6_u5U8R\/s1600\/telur2.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"505\" data-original-width=\"805\" height=\"401\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgAjDTnTZkr9t-pGY7-AFYx489UwKPv-l77r8gSLTmwgBgMfJBw28gbea9PLzy8Aol6TEWMnJ83aNyTLDPx3V2NyEZ-7lcqdXPvTNo_5nrGLH9hKSa2LKSyTmD4y2Ny8nxB9x95J6_u5U8R\/s640\/telur2.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"color: #666666;\"\u003ETelur mainan yang dijual online\u003C\/span\u003E (\u003Ca href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/newzalfa\/mainan-slime-barrel-telur-unik-lucu-menarik\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ESumber\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E)\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EVideo lainnya merupakan potongan beberapa video yang tidak ada korelasinya, potongan video mengambil video telur mainan (video di atas), video \u003Ci\u003EOvo Tech Poland\u003C\/i\u003E (promosi iklan mesin pemecah telur asli) dan video cara membuat telur palsu (tidak diketahui akan digunakan untuk apa).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"tubevideo\"\u003E\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" frameborder=\"0\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/rsSwbeinHz0\" width=\"640\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"tubevideo\"\u003E\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" frameborder=\"0\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/78VDqoQdavY\" width=\"640\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"color: #666666;\"\u003EOvo Tech Poland\u0026nbsp;(promosi iklan mesin pemecah telur asli)\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003EBahkan rumor telur palsu dari China pernah ramai diberitakan banyak \u003Ca href=\"http:\/\/www.yukviral.com\/2016\/04\/telur-palsu.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003Emenyebar di Indonesia\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, nyatanya klaim tersebut tidak terbukti. Tuduhan telur palsu hanya berdasarkan ciri-ciri fisik telur yang terlihat berbeda dengan telur pada umumnya, faktanya itu telur asli gagal tetas, adanya penyakit pada induk ayam atau telur telah kadaluarsa dan dijual murah oleh peternak ke pasaran, bukan telur palsu dari Cina.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDalam hal apapun lebih mudah dan murah serta menguntungkan dengan 'menyuruh' ayam-ayam bertelur dibanding membuat telur palsu dengan biaya lebih tinggi dan resiko yang harus ditanggung menginap gratis di hotel prodeo. Jika ada yang lebih mudah dan menguntungkan serta legal, kenapa harus repot menjual telur palsu untuk dimakan yang sangat berisiko dan tidak menguntungkan. Jika telur palsu dijual untuk mainan, itu lain cerita dan harganya pasti lebih mahal dari telur asli.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjQhD8Ngzjev52aiudO411Lbpk5rFvOh7VvwkLk2vXNUtI3WI781ErlxPspAAJ-NS0MznUznJjXyUbZ-lwUN3_lewRGIvwERD5k2j1kIxlPa7gk4LXhvXJlGgDXQtygzZQhH2VJPbUAI0fK\/s1600\/download+%252839%2529.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"328\" data-original-width=\"765\" height=\"273\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjQhD8Ngzjev52aiudO411Lbpk5rFvOh7VvwkLk2vXNUtI3WI781ErlxPspAAJ-NS0MznUznJjXyUbZ-lwUN3_lewRGIvwERD5k2j1kIxlPa7gk4LXhvXJlGgDXQtygzZQhH2VJPbUAI0fK\/s640\/download+%252839%2529.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"color: #666666;\"\u003ETelur mainan\u003C\/span\u003E (\u003Ca href=\"https:\/\/inkuiri.com\/site\/tokopedia.com\/mainan-hobi\/clover-lynn-store-slime-egg-telur-eggs-barrel-o-barell-gudetama-squishy-korea-splat.dd894ac509bceb93d9fc088eff3ef2c4688d6a0c.id\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Esumber\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E)\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EKesimpulan:\u003C\/b\u003E\u0026nbsp;Telur palsu memang ada dan bisa dibuat cukup mudah oleh siapa saja. Namun, tidak ada bukti bahwa telur palsu dari China beredar secara luas ke konsumen untuk dimakan. Bukti nyata telur palsu yang beredar di pasaran adalah telur mainan yang banyak dijual secara online.\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E\u003Ci\u003E\u003Cb\u003ESalam YukViral.\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/2100928486192537194\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/07\/telur-palsu-dari-china-dijual-di.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/2100928486192537194"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/2100928486192537194"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/07\/telur-palsu-dari-china-dijual-di.html","title":"Telur Palsu Dari China Dijual Di Pasaran Untuk Dimakan?"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEilr-VRPGRI95khMvGF8NzB0hBJuFbWzx3Il37hNMD3zsIg5SXRqXvAJfHQd_Os6YQur7wzcAppVlXsWFuSlHkbCuKK5TsyVpxxn0HPWQaNbb12gmd4X1VNFZ0-sm4wgGwHjFLGMOVCw_Jf\/s72-c\/telur3.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-7602019875014286958"},"published":{"$t":"2017-06-04T07:59:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:45.960-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mitos"}],"title":{"type":"text","$t":"Mungkinkah Anda Terkena Cacar Air Dua Kali?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjN7WMowhVApFnPGu2b7FTBqS4OsJPRC_etn9vSkXYTUQ6I_dh5PyU8Nl8_yDjsb1MrvUo49ZP9nEtWdSjN5lYIpmcGDh7cBSJJQl_tNfLaUYjQieI5d_lh82pHz0Mm4h-Yw_3h20fckQDm\/s1600\/bom.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"450\" data-original-width=\"770\" height=\"374\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjN7WMowhVApFnPGu2b7FTBqS4OsJPRC_etn9vSkXYTUQ6I_dh5PyU8Nl8_yDjsb1MrvUo49ZP9nEtWdSjN5lYIpmcGDh7cBSJJQl_tNfLaUYjQieI5d_lh82pHz0Mm4h-Yw_3h20fckQDm\/s640\/bom.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ETelah lama beredar mitos yang dipercaya masyarakat yang mengatakan bahwa Anda tidak bisa terkena cacar air dua kali, cacar air hanya akan menyerang manusia sekali seumur hidupnya. Mitos ini hingga sekarang masih beredar dari mulut ke mulut, namun tidak berdasarkan fakta ilmiah.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESebelum mencari tahu tentang kebenaran mitos ini, Anda harus mengetahui fakta cacar air. \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC2722564\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ECacar air\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E (varicella) adalah infeksi yang pada umumnya menyerang anak-anak, yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Hal ini biasanya akan menyerang anak-anak, sebuah infeksi ringan yang tidak berbahaya. Namun orang dewasa juga tidak menutup kemungkinan terserang virus ini, biasanya akan lebih parah.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ECacar air akan menjadi berbahaya bagi orang dengan masalah kekebalan tubuh, seperti leukumia atau orang yang menkonsumsi obat dengan efek samping menurunkan sistem kekebalan tubuh (seperti steroid). Gejala cacar air dimulai dengan demam, setelah satu atau dua hari akan timbul ruam bintik kemerahan yang terasa gatal.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ERuam dimulai dengan bintik merah yang segera berubah menjadi lepuh berisi cairan, beberapa orang mungkin akan mengalami lecet pada kulit. Lepuh yang timbul akan mengering dan membentuk keropeng dalam 4 atau 5 hari.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ECacar air adalah jenis penyakit yang mudah menyebar dan menular, panularan biasa terjadi sebelum ruam muncul. Penularan akan menyebar dari orang yang terinfeksi kepada orang sehat dengan melalui kontak langsung. Anda dapat tertular cacar air jika menyentuh ruam atau cairan yang keluar dari ruam bintik.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEga1Z9gO1oO_XTtPS_Q9gdDAWbgaf_Cv8eYSZqmMk5fYZjUQezmq-RjgqNY76D7qdirvbhrZ5PAmVOCnQpu4vGBMB0FXl59tFNbbNf0m7de8oTbBCLCJ5-T_p-msqTss1BpcdDhODyavYX5\/s1600\/varicella.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"675\" data-original-width=\"900\" height=\"300\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEga1Z9gO1oO_XTtPS_Q9gdDAWbgaf_Cv8eYSZqmMk5fYZjUQezmq-RjgqNY76D7qdirvbhrZ5PAmVOCnQpu4vGBMB0FXl59tFNbbNf0m7de8oTbBCLCJ5-T_p-msqTss1BpcdDhODyavYX5\/s400\/varicella.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ECacar air juga dapat menular melalui air liur, Anda akan tertular jika menyentuh air liur orang yang terinfeksi cacar air. Virus masuk ke tubuh melalui hidung atau mulut dan akan membuat Anda terinfeksi virus ini.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESelain itu, penularan cacar air bisa melalui udara jika Anda berada dekat dengan orang yang terinfeksi. Jika seseorang yang terinfeksi cacar air bersin atau batuk, maka virus akan menyebar ke udara dan orang-orang di dekatnya akan rentan terinfeksi. Anda akan berisiko besar terkena cacar air jika sebelumnya tidak pernah terifeksi cacar air dan belum pernah divaksinasisi varisela.\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003EWanita hamil jika terinfeksi cacar air bisa menyebarkannya kepada bayi di dalam kandungan. Bahkan ibu yang baru melahirkan dengan kondisi cacar air juga akan menularkan kepada bayi yang baru dilahirkannya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESatu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran virus ini dengan tidak membiarkan orang sehat dekat dengan pasien untuk waktu yang lama, bahkan sedapat mungkin jangan biarkan ada orang sehat yang mendekatinya. Untuk memaksimalkan menghentikan penyebarannya, seseorang yang terinfeksi cacar air harus diberikan ruangan khusus yang memisahkan dengan orang sehat, itu mungkin bukan solusi praktis, tetapi pada kenyataannya cacar air tidak akan menyebar melalui kontak tidak langsung.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKembali ke masalah apakah Anda dapat terkena cacar air dua kali atau cukup sekali seumur hidup. Dalam kebanyakan kasus, seseorang hanya akan terkena cacar air sekali seumur hidup. Hal ini disebut dengan imunitas seumur hidup. Namun, Anda tidak menutup kemungkinan dapat terinfeksi cacar air untuk kedua kalinya, tapi itu kasus yang jarang terjadi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E \u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/transcripts\/2747_shingles-facts-and-myths\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EHerpes zoster\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E sama seperti cacar air dan disebabkan oleh virus yang sama, namun biasanya hanya akan muncul pada bagian tubuh tertentu saja. Herpes zoster akan menyerang orang yang pernah terinfeksi cacar air, biasanya akan muncul beberapa tahun kemudian setelah orang yang terinfeksi cacar air mulai sembuh.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EHerpes zoster sangat menular. Anda tidak bisa tertular herpes zoster dari orang yang sedang terinfeksi cacar air. Herpes zoster atau biasa disebut cacar ular atau cacar api adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang sama dengan cacar air ( virus varicella zoster) yang akan menyerang setelah seseorang menderita cacar air.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPenularan herpes zoster sama dengan penyakit cacar air melalui kontak langsung, namun perbedaannya pada ruam bintik herpes zoster hanya pada bagian tubuh tertentu, membentuk bintil-bintil kecil berwarna merah, berisi cairan, dan menggembung pada daerah sekitar kulit yang dilalui virus tersebut.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgx3hwgADMninihMOC6t3KugPqYrtlP1hLIfDzUCHnrmWLG8-QLtCfBrsUeYdxHKISt8_QmRDLspkV0pDHHhhM6lumOHb9z9qB4Tvjc-D9kQ3OtImgDY3jYa9Jl05eleHRwAdG7Po6xaqNR\/s1600\/herpes+zoster.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"600\" data-original-width=\"450\" height=\"400\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgx3hwgADMninihMOC6t3KugPqYrtlP1hLIfDzUCHnrmWLG8-QLtCfBrsUeYdxHKISt8_QmRDLspkV0pDHHhhM6lumOHb9z9qB4Tvjc-D9kQ3OtImgDY3jYa9Jl05eleHRwAdG7Po6xaqNR\/s400\/herpes+zoster.png\" width=\"300\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"color: #666666;\"\u003ERuam bintik pada Herpes Zoster\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EPada dasarnya \u003Ca href=\"http:\/\/majalahkesehatan.com\/herpes-zoster-penyakit-kelanjutan-cacar-air\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Eherpes zoster\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E merupakan bawaan dari penyakit cacar air atau varisela zoster tidak akan menular pada orang lain menjadi herpes zoster juga, kecuali orang tersebut belum pernah terkena cacar air, maka ia bisa terjangkit cacar air.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EVaksinasi varisela sebaiknya diberikan pada orang yang belum pernah terkena cacar air (terutama pada bayi), tetapi bagi mereka yang telah berusia di atas 50 tahun sebaiknya diberikan vaksinasi varisela apakah sudah pernah terkena cacar air atau tidak sebagai booster (penguat), sehingga jika timbul lepuh herpes zoster tidak parah.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EJadi, tidak menutup kemungkinan Anda akan terkena cacar air untuk kedua kalinya, walaupun itu kemungkinannya sangat kecil. Setelah Anda sembuh dari cacar air, Anda akan kembali diserang virus yang sama berupa cacar air kembali ataupun sebagai herpes zoster.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESecara sederhana, jika Anda terinfeksi cacar air dan mulai sembuh, virus akan tetap berada pada tubuh dalam waktu yang lama. Jika virus kembali aktif, maka akan menyebabkan virus menginfeksi kembali berupa cacar air atau herpes zoster.\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESalam YukViral.\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/7602019875014286958\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/06\/mungkinkah-anda-terkena-cacar-air-dua.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/7602019875014286958"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/7602019875014286958"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/06\/mungkinkah-anda-terkena-cacar-air-dua.html","title":"Mungkinkah Anda Terkena Cacar Air Dua Kali?"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjN7WMowhVApFnPGu2b7FTBqS4OsJPRC_etn9vSkXYTUQ6I_dh5PyU8Nl8_yDjsb1MrvUo49ZP9nEtWdSjN5lYIpmcGDh7cBSJJQl_tNfLaUYjQieI5d_lh82pHz0Mm4h-Yw_3h20fckQDm\/s72-c\/bom.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-8614716682087946592"},"published":{"$t":"2017-05-30T06:19:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:46.000-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sains"}],"title":{"type":"text","$t":"Kesalahan Peta Lidah konsep 4 Rasa"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjZoOkbjG7_ZQFAHS8-1zPWjSYfsSOu-eLCfeS3hmCIxCToqD8O2wmG0fQadIH7OAw7hYdqtNIBgAaFwOL2jAgIY1MaWwuh65Ow_NskFOMnhBurcv7A3JpOn1_uN-S0NcYsx954htnd3VMd\/s1600\/lidah1.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"444\" data-original-width=\"770\" height=\"368\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjZoOkbjG7_ZQFAHS8-1zPWjSYfsSOu-eLCfeS3hmCIxCToqD8O2wmG0fQadIH7OAw7hYdqtNIBgAaFwOL2jAgIY1MaWwuh65Ow_NskFOMnhBurcv7A3JpOn1_uN-S0NcYsx954htnd3VMd\/s640\/lidah1.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ESaat masih berada di bangku sekolah mungkin Anda pernah diajarkan tentang lidah yang memiliki 4 wilayah berbeda dalam merasakan rasa pahit, asin, asam dan manis. Pelajaran tentang peta rasa lidah yang Anda dapatkan pada kenyataannya sebuah kekeliruan yang terjadi sejak lama.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESalah satu lembaga riset terkemuka di Amerika Serikat yang menangani permasalahan ini adalah \u003Ca href=\"http:\/\/www.monell.org\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EMonell Chemical Senses Center\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E di Philadelphia. Para ilmuwan dalam berbagai bidang ilmu bekerjasama untuk fokus dan memahami mekanisme dan fungsi rasa dan bau serta mendefinisikan makna yang luas dari indra ini dalam kesehatan dan penyakit manusia.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKelompok peneliti lain dari Eropa mencoba melakukan \u003Ca href=\"https:\/\/ec.europa.eu\/research\/quality-of-life\/pdf\/ka1-area3.pdf\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Epenelitian\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E memeriksa masalah penuaan dan pilihan makanan, termasuk sifat dan tingkat perubahan sensorik seiring bertambahnya usia ketika mulai menua.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBiasanya ketika dokter memeriksa pasien, mereka melakukan pemeriksaan lidah dengan maksud \u003Ca href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20131214115137\/http:\/\/www.asha.org\/Publications\/leader\/2002\/021022\/f021022a.htm\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Euji rasa\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E dengan menggunakan metode peta lidah. Prosedur ini dengan cara menyeka lidah pasien untuk mengetahui kualitas rasa apakah masih normal atau bermasalah. Misalnya, seharusnya kita merasakan manis di ujung lidah, jika ujung lidah tidak merasakan manis berarti ada masalah dengan kesehatan kita.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E \u003Cbr \/\u003EPada kenyataannya peta lidah untuk kepekaaan rasa (ujung lidah merasakan pahit, sisi kiri dan kanan atas merasakan asam, sisi kiri dan kanan bawah merasakan asin, dan ujung lidah merasakan manis) adalah sebuah \u003Ca href=\"http:\/\/www.livescience.com\/7113-tongue-map-tasteless-myth-debunked.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Ekesalahan\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E. Hal ini merupakan kesalahan penerjemahan tesis Jerman pada 1901 yang telah dibantah pada tahun 1974.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKesalahan peta lidah telah dibantah dan diluruskan oleh para ahli, namun sangat disayangkan hal ini masih terus diterbitkan dalam buku pelajaran sekolah hingga saat ini. Pada dasarnya semua bagian \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC1571047\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Elidah dapat merasakan semua rasa\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, walaupun mungkin ada peningkatan kepekaan kualitas rasa pada bagian lidah tertentu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESelain itu, konsep rasa umum bukan ada 4, melainkan 5 rasa. Selain rasa pahit, asin, asam dan manis, manusia modern memiliki \u003Ca href=\"https:\/\/books.google.co.id\/books?id=E7GXHploJasC\u0026amp;lpg=PA31\u0026amp;pg=PA31\u0026amp;redir_esc=y\u0026amp;hl=id\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Ereseptor rasa gurih\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E atau umami - pada MSG. Mungkin Anda tidak menyukai rasa gurih dari MSG dikarenakan kepercayaan bahwa MSG berbahaya, lagi-lagi Anda terjebak oleh mitos lama dan faktanya itu\u0026nbsp;\u003Ca href=\"http:\/\/www.yukviral.com\/2017\/02\/mitos-vs-fakta-bahaya-msg.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Eaman untuk dikonsumsi\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ETeori tentang peta lidah berasal dari makalah yang ditulis oleh psikolog Harvard, Edwin Boring, yang merupakan terjemahan dari tesis Jerman, \u003Ci\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/vlp.mpiwg-berlin.mpg.de\/library\/data\/lit4562\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EZur Psychophysik des Geschmackssinnes\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E,\u0026nbsp;\u003C\/i\u003Eyang ditulis pada tahun 1901 oleh ilmuwan Jerman bernama DP Hanig. Boring menerjemahkan tesis Jerman dalam bahasa Inggris, pada tesis asli menyebutkan bahwa daerah-daerah tertentu pada lidah memberikan peringatan rasa tertentu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKesalahan terjemahan yang dilakukan oleh Edwin Boring yang mengatakan bahwa lidah memiliki 4 zona relatif sensitif dalam reseptor rasa, hingga sekarang kesalahan tersebut masih dipercaya sebagai bagian dari ilmu pengetahuan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EArtikel asli juga \u003Ca href=\"https:\/\/usandculture.wordpress.com\/tag\/zur-psychophysik-des-geschmackssinnes\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Emelaporkan diagram\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E tentang bagaimana distribusi papila pada permukaan lidah membentuk semacam \"sabuk rasa\" yang sudah diamati oleh A. Hoffman pada tahun 1875 - menyatakan bahwa sebagian besar rasa terkonsentrasi di tepi yang sama, meninggalkan daerah pusat hampir tanpa reseptor, namun tidak sepenuhnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBeberapa bagian dari lidah mungkin dapat mendeteksi rasa sebelum bagian lain melakukannya, namun pada dasarnya semua bagian lidah sama baik dalam menyampaikan qualia dari semua rasa. Sensitivitas reseptor rasa mungkin berbeda pada beberapa bagian lidah, namun intensitas sensasinya tetap sama.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cb\u003ESalam. Icokes. Sekoci Hoaxes!\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/8614716682087946592\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/05\/kesalahan-peta-lidah-konsep-4-rasa.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/8614716682087946592"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/8614716682087946592"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/05\/kesalahan-peta-lidah-konsep-4-rasa.html","title":"Kesalahan Peta Lidah konsep 4 Rasa"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjZoOkbjG7_ZQFAHS8-1zPWjSYfsSOu-eLCfeS3hmCIxCToqD8O2wmG0fQadIH7OAw7hYdqtNIBgAaFwOL2jAgIY1MaWwuh65Ow_NskFOMnhBurcv7A3JpOn1_uN-S0NcYsx954htnd3VMd\/s72-c\/lidah1.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-6056398171075456438"},"published":{"$t":"2017-05-25T11:35:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:46.072-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kontroversi"}],"title":{"type":"text","$t":"Apakah Praktek Kelahiran Lotus Bermanfaat Bagi Bayi Anda?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjHT8s5ustSoFVANNKPXqX3ZZ0adrV6qLQVGRVXFQB_3JDYRG1Nog-TD1fyblEgelfI21lL1hVzRFmUlPHf9G6hcKVUkvYQ4TnuD2BWiCdQC0Yb9nn9ffWIyEYrsFHHPJsdavwa5F-Nwm-s\/s1600\/lotus-birth-2.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"450\" data-original-width=\"770\" height=\"374\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjHT8s5ustSoFVANNKPXqX3ZZ0adrV6qLQVGRVXFQB_3JDYRG1Nog-TD1fyblEgelfI21lL1hVzRFmUlPHf9G6hcKVUkvYQ4TnuD2BWiCdQC0Yb9nn9ffWIyEYrsFHHPJsdavwa5F-Nwm-s\/s640\/lotus-birth-2.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ELotus birth atau kelahiran lotus adalah praktek melahirkan bayi dengan tali pusat yang tidak langsung dipotong, sehingga bayi dibiarkan terhubung dengan plasentanya hingga tali pusatnya secara alami terputus dari umbilikus.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBeberapa kontroversi terkait kelahiran lotus, banyak ahli medis menyarankan bahwa praktek ini berbahaya bagi kesehatan bayi. Di sisi lain, praktek ini masih banyak dilakukan yang pada umumnya berhubungan dengan spiritual.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EHingga saat ini belum ada studi terkait kelahiran lotus dan tidak ada bukti ilmiah untuk kesehatan bayi. Pakar medis telah memperingatkan akan bahaya praktek ini tentang risiko infeksi yang ditinggalkan dari plasenta yang masih melekat.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EAsosiasi pofesional dalam bidang kebidanan dan ginokologi yang berbasis di Inggris\u003Ci\u003E, The Royal College of Obstetricians dan Gynecologists\u003C\/i\u003E (\u003Ca href=\"https:\/\/www.rcog.org.uk\/en\/news\/rcog-statement-on-umbilical-non-severance-or-lotus-birth\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ERCOG\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E), dalam pernyataannya menyatakan bahwa sepenuhnya mendukung proses kelahiran normal dan percaya bahwa setiap wanita harus memiliki hak untuk membuat pilihan tentang informasi kelahirannya dan pilihan memotong ari-ari yang tepat, keamanan dan kesejahteraan ibu dan bayi adalah yang terpenting.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESebelum memilih kelahiran lotus, semua wanita harus sepenuhnya diberitahu tentang potensi risikonya, termasuk infeksi dan risiko yang terkait dengan kesehatan bayi. Tidak ada penelitian terkait kelahiran lotus dan hingga saat ini belum ada bukti medis bahwa praktek tersebut bermanfaat untuk bayi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhWlDo-9tQMuQPjmU24V6dP8ncBTqbuV7T2BdUZ1CQtyKO7cOgqpEs3_LcLyCoQqVt4GH66_RK1jJYmNoXUFSWWmuF419S5YR9tISLDbxoCy4MQLtjuckT7kCp5tORlc5uM7z2i28d8qncw\/s1600\/lotus+%25281%2529.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"500\" data-original-width=\"751\" height=\"266\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhWlDo-9tQMuQPjmU24V6dP8ncBTqbuV7T2BdUZ1CQtyKO7cOgqpEs3_LcLyCoQqVt4GH66_RK1jJYmNoXUFSWWmuF419S5YR9tISLDbxoCy4MQLtjuckT7kCp5tORlc5uM7z2i28d8qncw\/s400\/lotus+%25281%2529.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Jika dibiarkan terlalu lama setelah melahirkan, ada risiko infeksi pada plasenta yang akibatnya bisa menyebar ke bayi. plasenta sangat rentan terhadap infeksi karena mengandung darah. Dalam waktu singkat setelah lahir, tali pusat akan langsung berhenti berdenyut, plasenta tidak memiliki sirkulasi dan pada dasarnya jaringannya mati,\" kata Dr Patrick O'Brien, juru bicara RCOG.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESebuah pertanyaan besar, jika para pakar medis memperingatkan akan bahaya kelahiran lotus dan tidak adanya penelitian akan manfaatnya, lalu mengapa praktek ini masih banyak dilakukan. Bahkan penyanyi Andien pada Januari 2017 melahirkan seorang bayi melalui persalinan normal dengan mempraktekkan \u003Ca href=\"http:\/\/showbiz.liputan6.com\/read\/2830383\/kisah-mengagumkan-anak-andien-menjalani-lotus-birth\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Eproses \u003Ci\u003Elotus birth\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Kawa, my lotus baby. Bersama kakak plasentanya yang setia menemani selama 9 bulan di dalam rahim, hingga puput dengan sendirinya. In Kawa's case, it took 3 days,\" tutur Andien Aisyah dalam akun Instagramnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEidYiSwcteCHEBIa5Jh2DxqNqNmhE79z_U9d8DNWJKVufAda7iN8cQjbmg35mRmxu96PR-KbUQE5-Molx1Azr8xw8UkcKhJAs55_nUz9EtRj2KuJI5c2_l4wVsm6VW1iuKDlp8xIlb_jm1u\/s1600\/lotus.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"373\" data-original-width=\"673\" height=\"354\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEidYiSwcteCHEBIa5Jh2DxqNqNmhE79z_U9d8DNWJKVufAda7iN8cQjbmg35mRmxu96PR-KbUQE5-Molx1Azr8xw8UkcKhJAs55_nUz9EtRj2KuJI5c2_l4wVsm6VW1iuKDlp8xIlb_jm1u\/s640\/lotus.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EPraktek lotus birth pada dasarnya berasal dari \u003Ca href=\"https:\/\/books.google.co.id\/books?id=e2RyBAAAQBAJ\u0026amp;pg=PA188\u0026amp;lpg=PA188\u0026amp;dq=lotus+birth+Hindu+and+Buddhist\u0026amp;source=bl\u0026amp;ots=jEeLky-1Sc\u0026amp;sig=GkTJzyanUCuucefp2IzJCupDo-o\u0026amp;hl=id\u0026amp;sa=X\u0026amp;ved=0ahUKEwjspLboxIvUAhUKp48KHZv3DW8Q6AEIQzAD#v=onepage\u0026amp;q=lotus%20birth%20Hindu%20and%20Buddhist\u0026amp;f=false\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Eritual\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E dalam agama Hindu dan Buddha, lotus birth menciptakan hubungan betapa berharganya plasenta. Seorang bidan sekaligus guru yoga, \u003Ca href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Jeannine_Parvati_Baker\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EJeannine Parvati Baker\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, menjadi pelopor utama dalam menyebarkan praktek \u003Ci\u003Elotus birth\u003C\/i\u003E ke Amerika dan Australia pada tahun 1980-an.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ETerdapat tradisi lama berkenaan \u003Ci\u003Elotus birth\u003C\/i\u003E dalam kalangan masyarakat asli di Australia dan Bali. Bali merupakan wilayah yang kaya akan upacara ritual dan adat berkaitan dengan kelahiran, mereka selalu berusaha \u003Ca href=\"https:\/\/books.google.co.id\/books?id=ADmoDgAAQBAJ\u0026amp;pg=PA781\u0026amp;lpg=PA781\u0026amp;dq=kelahiran+lotus+dalam+ritual+hindu+bali\u0026amp;source=bl\u0026amp;ots=snh0hCBUqw\u0026amp;sig=SBy87Z6fZxoKaKSQYtuAGIyjy38\u0026amp;hl=id\u0026amp;sa=X\u0026amp;ved=0ahUKEwjC5vi3xYvUAhUBo48KHS6RDtsQ6AEISTAF#v=onepage\u0026amp;q=kelahiran%20lotus%20dalam%20ritual%20hindu%20bali\u0026amp;f=false\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Emengekalkan aspek-aspek kelahiran\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E sebaik mungkin agar tidak luput ditelan zaman.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EHal ini dapat dilihat dari ketegasan mereka mengusir anasir dan campur tangan perubahan modern dalam proses kelahiran bayi pada kalangan wanita. \u003Ci\u003ELotus birth\u003C\/i\u003E dalam kalangan masyarakat Bali berorientasikan terhadap beberapa prinsip dan kepercayaan. Antaranya ialah orangtua meyakini bahwa plasenta adalah salah satu organ penting bagi bayi, maka dari itu mereka membiarkan plasenta terlepas dengan sendirinya daripada harus dipotong setelah lahir.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESelain itu, mereka juga percaya bahwa lotus birth dapat mewujudkan ikatan spiritual dan emosional antara ibu dan anaknya. Ritual \u003Ci\u003Elotus birth\u003C\/i\u003E di Bali turut dikaitkan dengan unsur signifikan dari sudut spiritual dan menganggap plasenta dan tali pusat sebagai hak milik bayi tersebut dan bukan milik ibunya, memotong tali pusat dianggap mengambil hak orang lain.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E \u003Cbr \/\u003EKetika beberapa ahli memperingatkan bahaya \u003Ci\u003Elotus birth\u003C\/i\u003E, seorang bidan bernama Mary Ceallaigh mendukung \u003Ci\u003Elotus birth\u003C\/i\u003E. Ia mengatakan kepada \u003Ci\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20130413101738\/http:\/\/nypost.com\/p\/news\/midwife_educator_discusses_the_benefits_XLQyahJhTAzBy12sbuz6IK\/1\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EThe New York Post\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/i\u003E bahwa membiarkan tali pusat tetap melekat pada bayi adalah pilihan yang lebih sehat. \"Tidak ada luka yang terjadi di wilayah pusar, itu mengurangi risiko infeksi,\" kata Mary.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ENamun artikel dari \u003Ci\u003EThe New York Post\u003C\/i\u003E mengenai pernyataan Mary Ceallaigh dengan judul \"\u003Ci\u003E\u003Cb\u003ELotus Birth, craziest trend yet— Don't cut that umbilical cord!\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E\" telah \u003Ca href=\"http:\/\/nypost.com\/p\/news\/midwife_educator_discusses_the_benefits_XLQyahJhTAzBy12sbuz6IK\/1\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Edihapus\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, tidak diketahui alasan dihapusnya artikel tersebut.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.midwiferytoday.com\/articles\/neonatalresus.asp\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EMenunda menjepit tali pusar bayi\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E memang menjadi perbincangan hangat, namun maksud \"menunda\" bukan membiarkan dalam waktu yang lama. Interval waktu untuk memutus tali pusat bayi secara tepat sekitar 2-5 menit setelah kelahiran. Laju transfusi darah dari plasenta ke bayi dalam 1 menit mengalirkan darah setengahnya, dan dalam waktu 2 sampai 5 menit hampir 100%.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EOrganisasi Kesehatan Dunia (\u003Ca href=\"http:\/\/www.who.int\/elena\/titles\/full_recommendations\/cord_clamping\/en\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EWHO\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E) merekomendasikan untuk menunda menjepit tali pusat (tidak lebih awal dari 1 menit setelah bayi lahir) untuk meningkatkan kesehatan dan gizi pada ibu dan bayi. Proses penjepitan tali pusat 1-3 menit setelah bayi lahir, ini direkomendasikan untuk semua kelahiran.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPenjepitan tali pusat lebih cepat (kurang dari 1 menit setelah bayi lahir) tidak dianjurkan kecuali neonatus (bayi baru lahir) mengalami sesak nafas dan harus dipindahkan segera untuk resusitasi (tindakan atau pertolongan untuk mengembalikan fungsi pernafasan). Penjepitan adalah proses awal yang diikuti dengan memotong tali pusat.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPada dasarnya beberapa studi dan rekomendasi dari WHO menyatakan untuk menunda menjepit tali pusat bayi, namun menunda dimaksudkan jangan terlalu cepat dan bukan menunda dalam waktu yang lama - \u003Ci\u003Elotus birth\u003C\/i\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKontroversi \u003Ci\u003Elotus birth\u003C\/i\u003E sebenarnya terletak pada apakah membiarkan plasenta tetap terhubung pada bayi dalam waktu beberapa hari berbahaya bagi kesehatan bayi atau tidak. Dalam hal ini ada dua pernyataan berbeda, ada yang menyatakan itu berbahaya dan ada juga itu tidak berbahaya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EYang perlu dicatat bagi Anda yang ingin memutuskan apakah akan mempraktekkan \u003Ci\u003Elotus birth\u003C\/i\u003E, ini bukan tentang masalah apakah berbahaya atau tidak, tapi Anda harus berpikir apakah ada manfaatnya atau tidak. Hingga saat ini tidak ada penelitian dan bukti ilmiah terkait manfaat \u003Ci\u003Elotus birth\u003C\/i\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003ECatatan\u003C\/b\u003E: Artikel ini tidak bisa menggantikan saran dokter dan ini merupakan analisis untuk dijadikan pertimbangan terkait \u003Ci\u003Elotus birth\u003C\/i\u003E. Keputusan ada di tangan Anda apakah akan mempraktekan \u003Ci\u003Elotus birth\u003C\/i\u003E atau tidak, kami hanya menyarankan Anda untuk mempertimbangkan dari segi manfaat yang tidak pasti dan risiko terbesar yang akan dialami buah hati tercinta. Bagi Anda yang tetap mempertahankan tradisi \u003Ci\u003Elotus birth\u003C\/i\u003E, kami tidak bermaksud mengintervensi keyakinan Anda.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cb\u003ESalam YukViral.\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/6056398171075456438\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/05\/apakah-praktek-kelahiran-lotus.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/6056398171075456438"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/6056398171075456438"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/05\/apakah-praktek-kelahiran-lotus.html","title":"Apakah Praktek Kelahiran Lotus Bermanfaat Bagi Bayi Anda?"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjHT8s5ustSoFVANNKPXqX3ZZ0adrV6qLQVGRVXFQB_3JDYRG1Nog-TD1fyblEgelfI21lL1hVzRFmUlPHf9G6hcKVUkvYQ4TnuD2BWiCdQC0Yb9nn9ffWIyEYrsFHHPJsdavwa5F-Nwm-s\/s72-c\/lotus-birth-2.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-8219357430789767023"},"published":{"$t":"2017-05-19T06:08:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:46.163-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Facebook"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"HOAX"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"}],"title":{"type":"text","$t":"Jarum Suntik Terinfeksi HIV Disimpan di Kotak Tisu Toilet Umum?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgZtMFFZSMESzgPSdWUkPDZv_8QnnsTzPmFTQOPBWKRcT8AYNKOrJwW3q3tEK1Io0mr8Y4UQUj_TZLB_GnLnMwVUNCwyAL9Oy74gIzE7uABysKiYg__Ylt8HOm4KS8U62ODz4K0azwROIMX\/s1600\/bom.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"374\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgZtMFFZSMESzgPSdWUkPDZv_8QnnsTzPmFTQOPBWKRcT8AYNKOrJwW3q3tEK1Io0mr8Y4UQUj_TZLB_GnLnMwVUNCwyAL9Oy74gIzE7uABysKiYg__Ylt8HOm4KS8U62ODz4K0azwROIMX\/s640\/bom.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cb\u003EKlaim\u003C\/b\u003E: Jarum suntik yang terinfeksi HIV atau hepatitis B sengaja disimpan di toilet umum agar penggunanya terinfeksi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"tubevideo\"\u003E\u003Ciframe allowtransparency=\"true\" frameborder=\"0\" height=\"683\" scrolling=\"no\" src=\"https:\/\/web.facebook.com\/plugins\/post.php?href=https%3A%2F%2Fweb.facebook.com%2Fdamayanti.rina.1%2Fposts%2F1721592277868833\u0026amp;width=500\" style=\"border: none; overflow: hidden;\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: #f7f7f7; border-left: 5px solid rgb(153, 50, 204); font-style: italic; padding: 15px 20px 1px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EPengguna Facebook dengan nama akun Kenny Chiu baru-baru ini mengunggah beberapa foto yang langsung menjadi viral. Dalam postingannya Kenny mengingatkan netizen lainnya untuk lebih berhati-hati saat menggunakan tisu di toilet umum. Apa pasal?\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ERupanya seseorang tak bertanggung jawab telah meletakkan sebuah jarum suntik yang menghadap ke bawah. Jadi siapa saja yang menggunakan tisu basah tersebut bisa saja terkena jarum suntik tersebut. meski belum dikonfirmasi namun Kenny yakin bila jarum tersebut mengandung virus HIV atau Hepatitis B. Jadi, lebih baik berhati-hati daripada menyesal di kemudian hari.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EIa menambahkan: \"Jika kamu terkena salah satu jarum seperti ini, tolong pergi ke doktermu atau rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan.\"\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003ESumber klaim\u003C\/b\u003E: \u003Ca href=\"http:\/\/warungkopi.okezone.com\/thread\/561364\/hiiii-ada-jarum-suntik-di-tisu-toilet-umum\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EOkezone.com\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"http:\/\/solo.tribunnews.com\/2016\/09\/12\/hati-hati-pakai-wc-umum-orang-ini-menemukan-sesuatu-mengerikan-tersembunyi-di-balik-tisu-toilet\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Etribunnews.com\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cmarquee bgcolor=\"yellow\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red; font-size: x-large;\"\u003E\u003Cb\u003ETidak Terbukti\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/marquee\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EANALISIS \u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ERumor tentang jarum suntik yang terinfeksi HIV ditaruh di toilet banyak diklaim di beberapa negara, bahkan gambar yang sama digunakan dengan deskripsi yang sama dengan lokasi kejadian yang diubah.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EGambar tersebut bukan hanya diklaim terjadi di Indonesia dan Filipina, situs Korea \u003Ca href=\"http:\/\/www.pickhumor.com\/?p=112211\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EPickis\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E menggunakan gambar dan klaim yang sama dengan lokasi kejadian di toilet bandara di Australia. Situs Rusia \u003Ca href=\"http:\/\/24warez.ru\/main\/photo\/print:page,1,1157501003-real-naya-opasnost-v-obschestv.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E24warez\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E mengklaim lokasi kejadian di toilet umum di New York.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"tubevideo\"\u003E\u003Ciframe allowtransparency=\"true\" frameborder=\"0\" height=\"689\" scrolling=\"no\" src=\"https:\/\/web.facebook.com\/plugins\/post.php?href=https%3A%2F%2Fweb.facebook.com%2FAcoonamatata%2Fposts%2F10210399329999332\u0026amp;width=500\" style=\"border: none; overflow: hidden;\" width=\"500\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ERumor tesebut beredar pada September 2016 dan kembali diviralkan baru-baru ini oleh pemilik akun \u003Ci\u003ERina Damayanti\u003C\/i\u003E di dinding \u003Ca href=\"https:\/\/web.facebook.com\/damayanti.rina.1\/posts\/1721592277868833\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EFacebook\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E pribadinya yang telah dibagikan lebih dari 3 ribu kali. Klaim yang hampir sama juga pernah beredar menyatakan bahwa suntikan yang terinfeksi darah HIV disimpan di bawah pegangan pompa bensin di SPBU, pesan tersebut sudah beredar setidaknya sejak tahun 2000, bahkan sejak \u003Ca href=\"http:\/\/www.hoax-slayer.net\/hiv-needle-hoax\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Etahun 1998\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E rumor itu sudah beredar dengan lokasi berbeda.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESitus debunked\u0026nbsp;\u003Ca href=\"http:\/\/www.snopes.com\/horrors\/mayhem\/gaspump.asp\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ESnopes\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E mengumpulkan pesan sama yang beredar dari tahun ke tahun, semua klaim intinya sama menakut-nakuti masyarakat akan bahaya jarum suntik yang terinfeksi HIV sengaja disimpan di tempat umum.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E \u003Cbr \/\u003EPada Februari 2017, \u003Ca href=\"http:\/\/www.hoax-slayer.net\/hiv-needle-hoax\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EHoax-Slayer\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E melaporkan hasil analisisnya tentang pesan serupa menyatakan jarum suntik yang terinfeksi HIV ditempatkan di tempat umum, seperti di kursi bioskop di Australia, di slot koin telepon umum di Kanada dan AS dan jarum suntik juga diselipkan di tempat-tempat umum lainnya yang banyak dikunjungi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ECerita tentang kejahatan jarum suntik terinfeksi HIV banyak beredar dengan banyak versi, namun tidak ada catatan resmi yang melaporkan kebenarannya. Rumor tersebut pada dasarnya hanya menciptakan keresahan dengan mengeksploitasi keawaman masyarakat, namun tidak berdasarkan fakta.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESetiap informasi kejahatan besar yang berpotensi berbahaya pastinya pihak terkait akan turun tangan menangani dan memperingatkan kepada masyarakat, kenyataannya peringatan itu hanya diedarkan oleh pihak anonim dan individu tanpa bukti otentik juga tanpa laporan resmi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESalam YukViral.\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/8219357430789767023\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/05\/jarum-suntik-terinfeksi-hiv-disimpan-di.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/8219357430789767023"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/8219357430789767023"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/05\/jarum-suntik-terinfeksi-hiv-disimpan-di.html","title":"Jarum Suntik Terinfeksi HIV Disimpan di Kotak Tisu Toilet Umum?"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgZtMFFZSMESzgPSdWUkPDZv_8QnnsTzPmFTQOPBWKRcT8AYNKOrJwW3q3tEK1Io0mr8Y4UQUj_TZLB_GnLnMwVUNCwyAL9Oy74gIzE7uABysKiYg__Ylt8HOm4KS8U62ODz4K0azwROIMX\/s72-c\/bom.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-6789425033031239309"},"published":{"$t":"2017-05-07T02:47:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:46.283-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Media"}],"title":{"type":"text","$t":"Memakan Upil Bisa Menigkatkan Sistem Imunitas Tubuh?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhq2_1rpc33BteJlRyYIEh0RDaKWm6PxM8N-AlzvbOV3YvkDyNyN-fqXBszBhFu8ZSXwAr_Dk4gmhNQ8oOY36Ra_Dg5vmpT1iDI47PeZyFssQC3jZLtSDPKhziKR4PoEoyMuTyM7wCRztGo\/s1600\/18300877_1537771226286605_9160773919081981884_n.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"374\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhq2_1rpc33BteJlRyYIEh0RDaKWm6PxM8N-AlzvbOV3YvkDyNyN-fqXBszBhFu8ZSXwAr_Dk4gmhNQ8oOY36Ra_Dg5vmpT1iDI47PeZyFssQC3jZLtSDPKhziKR4PoEoyMuTyM7wCRztGo\/s640\/18300877_1537771226286605_9160773919081981884_n.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cb\u003EKlaim:\u003C\/b\u003E Studi makan upil bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: #f7f7f7; border-left: 5px solid rgb(153, 50, 204); font-style: italic; padding: 15px 20px 1px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EAktivitas mengupil ternyata tak hanya dilakukan anak-anak tapi juga orang dewasa. Namun jika terlihat orang lain, kegiatan tersebut terkadang dianggap memalukan atau tak sopan dilakukan di tempat umum.\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EFakta unik terkait upil baru-baru ini dikemukakan oleh beberapa pakar. Mereka menyebut praktik yang kurang berkenan itu sebenarnya baik bagi gigi dan kesehatan secara keseluruhan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESeperti dikutip dari Daily Mail pada Sabtu (6\/5\/2017), para pakar menduga bakteri yang terkumpul dalam rongga hidung dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh jika bakteri itu ditelan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDr. Scott Napper, profesor biokimia di University of Saskatchewan di Kanada mengatakan, \"Alam mendorong kita melakukan hal-hal yang berbeda karena ada manfaatnya bagi kita kalau memiliki perilaku tertentu, menyantap, beragam jenis makanan.\"\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EJadi, kalau sedang tidak tahan lagi ingin mengupil dan memakannya, mungkin ada baiknya mengikuti kata 'alam'.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Dari sudut pandang evolusioner, manusia berkembang dalam kondisi yang sangat kotor dan mungkin keinginan untuk menjaga agar lingkungan serta perilaku menjadi steril bukanlah hal yang menguntungkan.\"\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPenelitian lain oleh Massachussetts Institute of Technology (MIT) menengarai bahwa lendir hidung dapat membantu mencegah infeksi, dengan cara mengendalikan jumlah bakteri jahat.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPara peneliti menduga bahwa lendir sintetis, misalnya dalam bentuk pasta gigi, dapat dipergunakan untuk mencegah gigi berlubang pada manusia.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESementara itu, seorang ahli paru bernama Profesor Friedrich Bischinger dari Austria yang berbicara tentang topik yang sama, menambahkan bahwa orang yang mengupil lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih selaras dengan tubuh mereka.\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESumber klaim\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E: \u003Ca href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20170507072101\/http:\/\/global.liputan6.com\/read\/2943277\/studi-makan-upil-ternyata-menyehatkan\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ELiputan6.com\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20150417014153\/https:\/\/www.brilio.net\/life\/hasil-peneletian-ungkap-makan-upil-membantu-sistem-kekebalan-tubuh-upil-baik-untuk-kekebalan--150411.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Ebrillio.net\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20170507073724\/http:\/\/style.tribunnews.com\/2017\/05\/02\/sering-buang-upil-sembarangan-coba-deh-kamu-makan-bisa-dapat-4-manfaat-kesehatan-ini-serius\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Etribunnews.com\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20150131043646\/http:\/\/sidomi.com\/355430\/makan-upil-bisa-meningkatkan-kekebalan-tubuh\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Esidomi.com\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20170507082114\/http:\/\/life.viva.co.id\/news\/read\/409100-bersihkan-i-upil-i-bisa-tingkatkan-imunitas\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Eviva.co.id\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cmarquee bgcolor=\"yellow\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red; font-size: x-large;\"\u003E\u003Cb\u003ECampuran: Hoax dan Fakta\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/marquee\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003EFakta:\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E Berdasarkan Hipotesis Higiene, menelan lendir hidung dapat mengontrol patogen agar tubuh tidak mudah diserang penyakit.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003EHoax:\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E\u0026nbsp;Belum ada penelitian dari Dr. Scoot Napper ataupun Profesor Friedrich Bischinger terkait manfaat memakan lendir basah (ingus) atau lendir kering (upil) untuk kesehatan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EANALISIS \u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EApakah secara fisik mengambil upil keluar dari hidung Anda lalu memasukkannya ke dalam mulut dan menelannya akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda? Pada dasarnya tanpa Anda sadari hampir setiap hari menelan ingus sendiri tanpa perlu menyalurkannya melalui mulut Anda. Jadi, jika benar ada manfaatnya, Anda akan mendapatkan manfaatnya tanpa perlu untuk repot mengeluarkan upil dari hidung Anda dan mengunyahnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKlaim bahwa \u003Ca href=\"http:\/\/www.todayifoundout.com\/index.php\/2014\/03\/eating-boogers-healthy\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Emakan upil\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh terdengar lebih kredibel berasal dari seorang profesor biokimia, Scott Napper yang menciptakan gelombang klaim tersebut di outlet media berita dunia pada 2013, ketika ia mengusulkan kepada sekelompok murid-muridnya bahwa makan upil memungkinkan tubuh kita untuk meningkatkan antibodi hingga patogen akan melemah dalam ingus dan hidung kita.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDia juga berpendapat bahwa upil\/ingus memiliki rasa manis adalah untuk menarik anak-anak agar memakannya, sehingga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka ... Ini evolusi. Anda tidak bisa menentangnya. Hipotesis Napper pada dasarnya tidak konvensional, namun berkat pemberitaan outlet berita dunia secara masif, pernyataannya berubah seakan Napper benar-benar telah melakukan studi ini dan ada bukti pendukungnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EFaktanya hingga sekarang belum ada penelitian yang akurat terkait klaim tersebut, itu hanya sebatas hipotesis Napper dan niatnya untuk melakukan studi belum terwujud. Jika Napper benar-benar melakukan studi manfaat upil dan ingus untuk kesehatan, pastinya ia pernah meraih penghargaan \u003Ca href=\"http:\/\/www.todayifoundout.com\/index.php\/2012\/04\/there-is-a-parody-set-of-nobel-prizes-given-out-annually-for-trivial-scientific-achievements-the-ig-nobel-prizes\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EIG Nobel Prize\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E (penghargaan yang diberikan kepada orang-orang dari hasil penelitiannya yang sangat tidak biasa atau yang dianggap sepele, kurang menarik dan kadang-kadang bahkan karyanya dianggap tidak penting).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ENama lain yang muncul setiap kali subjek makan upil dan kesehatan disebutkan adalah spesialis paru-paru Dr. Friedrich Bischinger. Pada tahun 2004, dia berpendapat bahwa makan upil dapat menyehatkan dengan alasan serupa dari hipotesis Napper.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/hoaxes.org\/weblog\/comments\/is_it_healthy_to_pick_your_nose\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EMuseum of Hoaxes\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E melakukan pemeriksaan latar belakang dari Dr Friedrich Bischinger, ia tidak pernah menerbitkan sebuah studi medis pada subjek dan kutipan aslinya tentang manfaat makan upil berasal dari wawancara dengan sebuah majalah berbahasa Jerman, lalu disebarkan oleh reporter lainnya dengan diterjemahkan cukup buruk. Sejauh yang kami tahu, Bischinger tidak pernah benar-benar menguraikan hipotesis aslinya sejak saat itu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: #f7f7f7; border-left: 5px solid rgb(153, 50, 204); font-style: italic; padding: 15px 20px 1px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EThe problem is that this quotation from Dr. Bischinger doesn't come from a medical journal article. Instead, it traces back to an Ananova article (never a good sign), and before that to a news wire article that did the rounds in March 2004.\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EI had to wonder, does Dr. Bischinger even exist, or was he the creation of a bored journalist?\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EWell, he does exist. I couldn't find any medical articles authored by him, but after some searching I did find his contact details listed at the arztverzeichnis website. He is an Austrian lung specialist. Based on a posting on the Improbable Research site, it looks like Bischinger was first interviewed by a German-language magazine, Tirol, and then the quotation was noticed and circulated by a news wire reporter.\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EJadi, klaim manfaat upil untuk kesehatan tidak berdasarkan studi ilmiah, namun hanya berdasarkan hipotesis (praduga yang masih harus dibuktikan secara ilmiah), media berita yang telah mengubah hipotesis Napper seolah-olah pernyataannya berdasarkan hasil studi yang dilakukannya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDr William Schaffner dari \u003Ci\u003EVanderbilt University\u003C\/i\u003E mengatakan bahwa manusia sepanjang hari menelan lendir dalam hidungnya. Lendir basah akan turun kembali ke tenggorokan melalui silia, dan terkadang berkat dorongan gravitasi sederhana ketika kepala berada dalam posisi yang tepat.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPada dasarnya lendir basah (ingus) dan lendir kering (upil) tidak memiliki perbedaan yang signifikan selain potensi kadar airnya. Berdasarkan \u003Ca href=\"http:\/\/www.huffingtonpost.com\/dr-mercola\/germs-health_b_3327755.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Ecatatan Dr. Joseph Mercola\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, ada sebuah hipotesis bahwa lendir hidung memang benar terkait dengan kebersihan dan kesehatan manusia dalam mengatur patogen (mikroorganisme parasit) yang masuk ke dalam tubuh, tanpa lendir hidung maka tubuh akan lebih mudah menyerap patogen hingga dengan mudah diserang penyakit, itu disebut \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC2841828\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EHipotesis Higiene\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u0026nbsp;(penjelasan berdasarkan teori).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESecara hipotesis memang cukup masuk akal dengan menelan lendir hidung dapat meningkatkan kekebalan tubuh, dengan lendir yang tertelan maka patogen akan tersaring dan itu pastinya memberikan efek kekebalan tubuh. Namun, Anda tidak perlu menelan upil Anda karena seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa ketika Anda membaca artikel ini tanpa disadari kemungkinan Anda telah menelan ingus Anda sendiri.\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E \u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EFakta Kebiasaan Mengupil\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EIstilah untuk memakan lendir hidung kurang tepat karena terkesan jorok, lebih tepatnya Mucophagy (memakan lendir hidung\/upil atau ingus). Berdasarkan \u003Ca href=\"http:\/\/www.bbc.co.uk\/dna\/place-london\/plain\/A9737094\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Esurvei sistematis\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E mengungkapkan setidaknya sekitar 10% dari orang yang mengupil akan melakukan mucophagy, sisanya 90% tidak pernah melakukannya dan ada juga yang melakukannya sesekali saja.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESelama dalam batas wajar, kegiatan mengupil secara umum tidak berbahaya dan cukup mengasikan, selain itu membersihkan hidung dari kotoran. Terlalu banyak mengupil bisa mengakibatkan mimisan, berdasarkan \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/11465519\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Estudi tahun 2001\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E tentang \u003Ci\u003Erhinotillexomania\u003C\/i\u003E, ditemukan 25% remaja yang setiap hari empat kali atau lebih menambang hidungnya mengakibatkan mimisan efek dari kebiasaannya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2006, ada hubungan erat antara menambang hidung dan \u003Ci\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.jstor.org\/stable\/10.1086\/506401?url_ver=Z39.88-2003\u0026amp;rfr_id=ori:rid:crossref.org\u0026amp;rfr_dat=cr_pub%3Dncbi.nlm.nih.gov\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Estaphylococcus aureus\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/i\u003E (bakteri yang sering dikaitkan dengan infeksi kulit dan sinus), mereka menemukan bahwa kebiasaan menambang hidung sekitar 20% lebih memungkinkan hadirnya bakteri di hidung mereka dibandingkan yang tidak memiliki kebiasaan tersebut. Hal itu menunjukkan \"hubungan sebab akibat\" antara keduanya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EKesimpulan:\u003C\/b\u003E Klaim bahwa menelan upil dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh berdasarkan hasil penelitian Dr. Scoot Napper ataupun Profesor Friedrich Bischinger tidak terbukti. Klaim tersebut hanya berdasarkan hipotesis Napper dan Bischinger, mereka tidak pernah melakukan studi terkait.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKebiasaan makan lendir hidung banyak dilakukan beberapa orang, biasanya mereka beralasan lendir hidung terasa enak dan manis. Walaupun secara hipotesis higiene lendir hidung berpotensi menjaga kekebalan tubuh, itu bukan berarti setelah Anda membaca artikel ini langsung menarik keluar upil dan ingus Anda dan memasukkannya ke dalam mulut, kecuali Anda menyukainya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESalam YukViral.\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/6789425033031239309\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/05\/memakan-upil-bisa-menigkatkan-sistem.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/6789425033031239309"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/6789425033031239309"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/05\/memakan-upil-bisa-menigkatkan-sistem.html","title":"Memakan Upil Bisa Menigkatkan Sistem Imunitas Tubuh?"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhq2_1rpc33BteJlRyYIEh0RDaKWm6PxM8N-AlzvbOV3YvkDyNyN-fqXBszBhFu8ZSXwAr_Dk4gmhNQ8oOY36Ra_Dg5vmpT1iDI47PeZyFssQC3jZLtSDPKhziKR4PoEoyMuTyM7wCRztGo\/s72-c\/18300877_1537771226286605_9160773919081981884_n.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-3921226922368052676"},"published":{"$t":"2017-04-30T10:26:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:46.371-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kontroversi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Media"}],"title":{"type":"text","$t":"Mesin Pengering Tangan Atau Kertas Tisu Yang Lebih Aman?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgDlVj8_eRVDEh-CTlLTO6Ih8mXdNnS-aX1hT6XmS3mJZhdQmN0ceWtLSv_PnlbD5d1FE2vhV9JQy7Aoy4QJ06l_DGHq1ruAiwWzIaSgU3HTR3_8vlhbw2E4aSwtvuKS9hn53-c7utlhMrn\/s1600\/aki1.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"374\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgDlVj8_eRVDEh-CTlLTO6Ih8mXdNnS-aX1hT6XmS3mJZhdQmN0ceWtLSv_PnlbD5d1FE2vhV9JQy7Aoy4QJ06l_DGHq1ruAiwWzIaSgU3HTR3_8vlhbw2E4aSwtvuKS9hn53-c7utlhMrn\/s640\/aki1.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKetika Anda berada di toilet umum seperti perkantoran, hotel atau mall pastinya pernah menggunakan mesin pengering tangan. Kontroversi terkait efektivitas dari penggunaan tisu kertas atau mesin pengering tangan yang lebih aman.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPara ilmuwan dari \u003Ci\u003EUniversity of Leeds\u003C\/i\u003E telah melakukan \u003Ca href=\"http:\/\/nationalgeographic.co.id\/berita\/2016\/02\/bahaya-penggunaan-mesin-pengering-tangan\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Estudi\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E mengungkapkan bahwa mesin pengering tangan dengan hembusan udara hangat maupun dingin menyebar bakteri ke udara dan kepada para penggunanya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: #f7f7f7; border-left: 5px solid rgb(153, 50, 204); font-style: italic; padding: 15px 20px 1px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EPara ilmuwan dari University of Leeds telah menemukan bahwa mesin pengering tangan atau 'jet-air dryer' dapat menyebarkan bakteri di toilet. Studi ini menunjukkan bahwa kedua mesin pengering tangan berudara hangat maupun dingin menyebar bakteri ke udara dan kepada para penggunanya.\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ETim peneliti, yang dipimpin oleh Profesor Mark Wilcox dari School of Medicine, membuktikan tangan terkontaminasi dengan jenis berbahaya dari bakteri yang disebut Lactobacillus, yang tidak biasanya ditemukan di kamar mandi umum. Deteksi berikutnya dari Lactobacillus di udara membuktikan bahwa bakteri tersebut berasal dari tangan selama pengeringan. Para ahli mengumpulkan sampel udara di sekitar pengering tangan dan juga pada jarak satu dan dua meter.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ELaporan bahaya mesin pengering tangan berdasarkan hasil studi yang dilakukan para peneliti dari \u003Ca href=\"https:\/\/www.leeds.ac.uk\/news\/article\/3629\/hand_dryers_can_spread_bacteria_in_public_toilets_research_finds\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EUniversity of Leeds\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E yang diterbitkan di \u003Ci\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.journalofhospitalinfection.com\/article\/S0195-6701(14)00246-1\/fulltext?cc=y=\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EJournal of Hospital Infection\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/i\u003E. Para ilmuwan menemukan bahwa tekanan udara bertekanan tinggi pada mesin pengering tangan dapat menyebarkan bakteri di toilet umum.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPara peneliti yang dipimpin oleh Profesor Mark Wilcox dari \u003Ca href=\"http:\/\/medhealth.leeds.ac.uk\/info\/200\/school_of_medicine\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ci\u003ESchool of Medicine\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, menemukan bahwa jumlah bakteri di udara dari hasil mesin pengering tangan 27 kali lebih tinggi dibanding dengan udara saat menggunakan kertas tisu. Studi tersebut difokuskan untuk membandingkan efektivitas antara kertas tisu dan mesin pengering tangan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EYang perlu dicatat adalah, studi tersebut dibiayai oleh \u003Ci\u003EEuropean Tissue Symposium\u003C\/i\u003E, banyak pihak meragukan studi tersebut karena sangat kental dengan kepentingan pihak sponsor. Bahkan salah satu perusahaan pembuat mesin pengering tangan, Dyson, menganggap studi tersebut berkaitan dengan \u003Ca href=\"http:\/\/www.telegraph.co.uk\/news\/2016\/04\/13\/dyson-airblades-spread-germs-1300-times-more-than-paper-towels\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Epersaingan usaha\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBahkan Dyson merilis sebuah video di Youtube dengan judul \"\u003Ci\u003EPaper's Dirty Secret\u003C\/i\u003E\". Video tersebut sebagai balasan dari studi yang dilakukan\u0026nbsp;\u003Ci\u003EUniversity of Leeds\u003C\/i\u003E. Dalam video menjelaskan penelitian independen yang mengungkap bahwa kertas tisu yang berada di toilet dapat mengandung banyak bakteri culturable.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"tubevideo\"\u003E\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" frameborder=\"0\" height=\"380\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/4_Fk1BCR5nw\" width=\"650\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EStudi lainnya juga pernah dilakukan di University of Westminster, di Inggris, hasil studi dirilis di \u003Ci\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/onlinelibrary.wiley.com\/journal\/10.1111\/(ISSN)1365-2672\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EJournal Of Applied Microbiology\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/i\u003E. Mesin pengering tangan jet udara dapat membuat \u003Ca href=\"http:\/\/archive.is\/hPd0J#selection-3273.1-3285.290\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Ekuman menyebar ke udara\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E lebih lama dan dengan jarak yang lebih luas, hal itu menyebabkan virus akan menyebar ke setiap orang yang berada di dalam ruangan yang sama (toilet umum).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: #f7f7f7; border-left: 5px solid rgb(153, 50, 204); font-style: italic; padding: 15px 20px 1px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EBut there may be be an unseen cost to those wondrous air blasts: spraying virulent germs everywhere, according to a new study in the Journal of Applied Microbiology.\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ELed by researchers at the University of Westminster in London, the study from the found that jet air dryers tend to spread 1,300 times more germs than using paper towels.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ETo test the spread of germs, the study used the MS2 virus, which only infects bacteria and not people. The researchers covered their gloved hands in the virus, then dried their now virus-loaded hands with three different methods: a jet air dryer, a common warm air dryer, and paper towels.\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EHasil penelitian tersebut tidak sederhana dengan langsung menyimpulkan bahwa semua mesin pengering tangan berbahaya. Yang perlu digaris bawahi penelitian tersebut menggunakan subyek mesin pengering konvensional dan mesin pengering jet udara yang diproduksi oleh Dyson.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPenulis studi, Patrick Kimmitt dan Keith Redway \u003Ca href=\"https:\/\/archive.is\/4f3eM\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Emembandingkan\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E efek penyebaran virus dari kertas tisu, mesin pengering hangat konvensional dan pengering Dyson Airblade. Para peneliti melakukan percobaan dengan mengeringkan tangan dengan menggunakan sarung tangan yang sudah diberikan virus MS2 (jenis virus yang tidak berbahaya).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E \u003Cbr \/\u003ESelanjutnya para peneliti mengambil sampel udara dari masing-masing percobaan untuk dipelajari. Hasilnya menyatakan bahwa mesin pengering Dyson menyebarkan virus lebih besar dibanding mesin pengering konvensional, sedangkan kertas tisu hampir tidak ada penyebaran virus ke udara.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EHasil studi tersebut cukup beralasan jika melihat bentuk pengering Dyson dengan bagian terbuka menghadap ke atas dan samping, sedangkan mesin pengering yang biasa ditemui di toilet umum dengan tekanan udara menghadap ke bawah. Selain itu mesin jet Dyson menggunakan tekanan udara lebih besar dibanding mesin pengering konvensional.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhRT8EbckEbCNpWyec9Azap9x6hMP1vv1fYioINRWAyCqVSiailv0gVrTdOe5JcPmNmQZsofBLA5wJpVoVIUlvgh6Z1FOaEnLv22qNh48dUmDyzaBqvoM6V9zoglg7C0tFTayF4kxsTb1rx\/s1600\/dyson.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"300\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhRT8EbckEbCNpWyec9Azap9x6hMP1vv1fYioINRWAyCqVSiailv0gVrTdOe5JcPmNmQZsofBLA5wJpVoVIUlvgh6Z1FOaEnLv22qNh48dUmDyzaBqvoM6V9zoglg7C0tFTayF4kxsTb1rx\/s400\/dyson.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #666666;\"\u003E\u003Ci\u003EMesin pengering tangan produksi Dyson\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgQwvatzPypKxuppan7okPEvO4Q4Aib8rNlbw6TZsINifNkC8x0zrfNu_Ai6Ohy5rm6efoByh7JFh2qHGsxeNnccGkQV5VzGh4FT8ykabMhrmnmxx6I3aTtRxd4By_hifUavypLsfIL4T2N\/s1600\/hand_dryer.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"335\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgQwvatzPypKxuppan7okPEvO4Q4Aib8rNlbw6TZsINifNkC8x0zrfNu_Ai6Ohy5rm6efoByh7JFh2qHGsxeNnccGkQV5VzGh4FT8ykabMhrmnmxx6I3aTtRxd4By_hifUavypLsfIL4T2N\/s400\/hand_dryer.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"color: #666666;\"\u003EMesin pengering tangan konvensional\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003EStudi yang dilakukan juga tidak sempurna karena \u003Ca href=\"http:\/\/www.slate.com\/articles\/health_and_science\/medical_examiner\/2016\/04\/what_should_you_use_a_hand_dryer_or_a_paper_towel.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Etidak mempertimbangkan\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E faktor lainnya, seperti sebelum menggunakan mesin pengering biasanya pengguna mencuci tangannya terlebih dahulu menggunakan sabun. Sedangkan studi menggunakan virus MS2 pada sarung tangan dengan jumlah cukup banyak.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EStudi tersebut mengindahkan praktek nyata yang berlaku dalam proses aktivitas pengguna sebelum menggunakan mesin pengering tangan. Mencuci tangan menggunakan sabun sudah diketahui dapat membunuh kuman dan virus, setidaknya mengurangi risiko penyebarannya ke udara.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.sciencealert.com\/watch-paper-towel-vs-hand-dryers\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EStudi lainnya\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E dari \u003Ci\u003EAsapScience\u003C\/i\u003E\u0026nbsp;dengan memfokuskan efektivitas waktu pengeringan antara kertas tisu dan mesin pengering tangan. Dalam studi metode waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan tangan, handuk kertas keluar sebagai pemenang. Hal ini dikarenakan pengering udara rata-rata membutuhkan hampir 45 detik untuk mengeringkan tangan hingga 97%. Sedangkan handuk kertas membutuhkan waktu hanya 10 detik dengan jumlah yang hampir sama (96%).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"tubevideo\"\u003E\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" frameborder=\"0\" height=\"380\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/2g4fWaegoDk\" width=\"650\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EKesimpulan:\u003C\/b\u003E Mesin pengering tangan lebih berisiko menyebarkan virus ke udara dibanding kertas tisu atau handuk pengering. Namun, mesin pengering tangan diklaim berbahaya masih diperdebatkan karena studi yang dilakukan \u003Ci\u003EUniversity of Leeds\u003C\/i\u003E sangat kental dengan kepentingan sponsor.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EStudi lainnya yang dilakukan di \u003Ci\u003EUniversity of Westminster\u003C\/i\u003E, masih banyak kekurangan karena mengabaikan realitas sebelum menggunakan mesin pengering biasanya terlebih dahulu pengguna mencuci tangannnya menggunakan sabun.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDari hasil studi di atas menyimpulkan bahwa kertas tisu lebih unggul, namun untuk risiko bahaya penyebaran virus dari mesin pengering tangan harus dilakukan studi lanjutan yang lebih mendalam secara independen. Secara umum, apakah kertas tisu atau mesin pengering tangan yang lebih aman, masih kontroversi karena belum ada kata sepakat (dalam proses perdebatan).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EYang pasti, mencuci tangan dengan menggunakan sabun antibakteri sebelum menggunakan mesin pengering tangan atau tisu, akan lebih efektif menghilangkan atau setidaknya meminimalisir risiko penyebaran virus yang berasal dari tangan Anda.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESalam YukViral.\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/3921226922368052676\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/04\/mesin-pengering-tangan-atau-kertas-tisu.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/3921226922368052676"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/3921226922368052676"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/04\/mesin-pengering-tangan-atau-kertas-tisu.html","title":"Mesin Pengering Tangan Atau Kertas Tisu Yang Lebih Aman?"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgDlVj8_eRVDEh-CTlLTO6Ih8mXdNnS-aX1hT6XmS3mJZhdQmN0ceWtLSv_PnlbD5d1FE2vhV9JQy7Aoy4QJ06l_DGHq1ruAiwWzIaSgU3HTR3_8vlhbw2E4aSwtvuKS9hn53-c7utlhMrn\/s72-c\/aki1.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-4384582884213149249"},"published":{"$t":"2017-04-26T00:28:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:46.484-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"HOAX"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Media"}],"title":{"type":"text","$t":"Seorang Bayi di Tiongkok Mengalami Kebutaan Akibat Flash Kamera: Hoax"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgwv5oTc_SN3YVod2nTMxzsYE5HzSwJQBvQsNh1J2C4xm9luUTd_ibIVc_qU4wk34iMHOXRuhamLg9Dwgh6pFuT47E3MVNeLkxs377qjs8TOJmHNToGEGqEzKFE40K-A0ELFO3F9uzvqivK\/s1600\/foto.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"374\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgwv5oTc_SN3YVod2nTMxzsYE5HzSwJQBvQsNh1J2C4xm9luUTd_ibIVc_qU4wk34iMHOXRuhamLg9Dwgh6pFuT47E3MVNeLkxs377qjs8TOJmHNToGEGqEzKFE40K-A0ELFO3F9uzvqivK\/s640\/foto.jpg\" width=\"640\"\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr\u003ESebuah cerita mengabarkan tentang seorang bayi berusia tiga bulan di Tiongkok mengalami kebutaan permanen di mata bagian kanan setelah difoto dari jarak dekat oleh teman orangtuanya menggunakan kamera yang dilengkapi flash atau lampu kamera.\u003Cbr\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.yukviral.com\/2017\/04\/seorang-bayi-di-tiongkok-mengalami.html#more\"\u003ERead more »\u003C\/a\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/4384582884213149249\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/04\/seorang-bayi-di-tiongkok-mengalami.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/4384582884213149249"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/4384582884213149249"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/04\/seorang-bayi-di-tiongkok-mengalami.html","title":"Seorang Bayi di Tiongkok Mengalami Kebutaan Akibat Flash Kamera: Hoax"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgwv5oTc_SN3YVod2nTMxzsYE5HzSwJQBvQsNh1J2C4xm9luUTd_ibIVc_qU4wk34iMHOXRuhamLg9Dwgh6pFuT47E3MVNeLkxs377qjs8TOJmHNToGEGqEzKFE40K-A0ELFO3F9uzvqivK\/s72-c\/foto.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-946272503565313351"},"published":{"$t":"2017-04-09T21:47:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:46.686-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"}],"title":{"type":"text","$t":"Penjelasan BPOM tentang Penggunaan Plastik untuk Memasak Lontong"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgL7b8wEKwkMwwg4a_D6r3BSCoTg6hpw_tylIFn1bnqIvbv0cwg2cDl4WBWSdteZlVVDtsEc2P00GId8Jmmn14A-3zIvbwbd-SFjE_yWH0YX2LzmGl5kQBdbUX1KocKz0JsWLENT3XBTgQ\/s1600\/2952932149_cba9231a3d_z.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"300\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgL7b8wEKwkMwwg4a_D6r3BSCoTg6hpw_tylIFn1bnqIvbv0cwg2cDl4WBWSdteZlVVDtsEc2P00GId8Jmmn14A-3zIvbwbd-SFjE_yWH0YX2LzmGl5kQBdbUX1KocKz0JsWLENT3XBTgQ\/s400\/2952932149_cba9231a3d_z.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif; font-size: x-small;\"\u003E\u003Ci\u003EIlustrasi. Lontong yang dibungkus plastik. Sumber foto:\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20170410040936\/http:\/\/m.republika.co.id\/berita\/nasional\/daerah\/16\/08\/08\/oblh2q284-hindari-masak-lontong-dibungkus-plastik\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ERepublika\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cbr \/\u003EBeredar di media online dan media sosial tentang bahaya memasak lontong menggunakan bungkus plastik.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKlaim yang beredar sebagai berikut:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003EAnda harus berpikir ulang jika selama ini kerap mengkonsumsi makanan yang dibungkus plastik dalam kondisi panas.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003Ci\u003ESalah satu contoh yang banyak dilakukan orang adalah memasak lontong menggunakan bungkus plastik.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003Ci\u003EPeringatan ini kerap datang khususnya dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan atau BBPOM. Lontong dengan bungkus plastik mengandung zat kimia polimer. Polimer dapat masuk dalam tubuh manusia karena bersifat larut. Sehingga bila terjadi akumulasi dalam tubuh akan menyebabkan kanker.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003Ci\u003EMakanan yang mengandung polimer bisa menyebabkan anak-anak terganggu reproduksinya, kesuburan menurun, hingga menyebabkan kemandulan.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003Ci\u003ESementara bagi ibu-ibu yang tengah hamil bisa mengganggu ke janin melalui plasenta yang berdampak jangka panjang mengakibatkan kelelahan, sulit tidur dan anemia atau urang darah.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003Ci\u003EOleh karena itu sebaiknya menggunakan selongsong ketupat untuk menghindari zat berbahaya bagi tubuh.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj0JfsUc6fETUBaVVNBPyddM1Lx6D9k2RzRh_kevGTcDHyZ09DsQlbWDcTGb3qeruJdXjk_qrmL4Ef3cIMYUAM75mL8OOFafhpR532R3dqusSlmuk0_G6pZuN6slZtrhXBslZ8LK0qwPdc\/s1600\/PicsArt_04-10-08.00.20.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"400\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj0JfsUc6fETUBaVVNBPyddM1Lx6D9k2RzRh_kevGTcDHyZ09DsQlbWDcTGb3qeruJdXjk_qrmL4Ef3cIMYUAM75mL8OOFafhpR532R3dqusSlmuk0_G6pZuN6slZtrhXBslZ8LK0qwPdc\/s400\/PicsArt_04-10-08.00.20.jpg\" width=\"231\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif; font-size: x-small;\"\u003EBeberapa berita yang beredar di media online dan media sosial\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003EMenanggapi beredarnya berita tersebut, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia memberikan penjelasan\u0026nbsp;\u003Ca href=\"http:\/\/www.pom.go.id\/mobile\/index.php\/view\/klarifikasi\/49\/Penjelasan-Badan-POM-Tentang-Penggunaan-Plastik-untuk-Memasak-Lontong.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ETentang Penggunaan Plastik untuk Memasak Lontong\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, pada situs resminya, sebagai berikut:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESehubungan pemberitaan dengan judul “Hati-Hati Masak Lontong Dibungkus Plastik, Dapat Menyebabkan Kanker dan Mandul” yang beredar di media sosial akhir-akhir ini, masyarakat perlu lebih memahami tentang plastik yang biasa digunakan untuk membungkus atau mewadahi berbagai jenis pangan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPada umumnya kantong plastik yang tersedia di pasaran terbuat dari bahan baku Low Density Polyethylene (LDPE), Linear Low Density Polyethylene (LLDPE), High Density Polyethylene (HDPE), Polypropylene (PP), dan Oriented Poly Propylene (OPP). Masing-masing jenis plastik tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda, seperti titik leleh, kelenturan, kejernihan, ketahanan terhadap suhu dan lain-lain.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBerdasarkan sifat tersebut, terdapat beberapa jenis plastik yang titik leleh dan titik melunak (softening point) tinggi (di atas 100°C), yaitu plastik jenis LLDPE, HDPE, PP dan OPP. Dengan demikian, plastik jenis tersebut relatif aman jika digunakan pada suhu tinggi (perebusan\/pengukusan), termasuk untuk digunakan dalam pembuatan lontong.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E Sementara, untuk kantong plastik LDPE memiliki titik melunak yang rendah, yaitu pada suhu 830C - 98°C, sehingga disarankan hanya digunakan untuk penyimpanan atau proses pemasakan di bawah suhu tersebut. Meski demikian, jenis plastik ini dapat digunakan untuk penyimpanan beku hingga suhu -50°C, namun tidak sesuai untuk bahan pangan berlemak. Berbagai jenis plastik pada dasarnya bersifat inert (tidak mudah bereaksi) dan tidak menimbulkan bahaya terhadap kesehatan. Akan tetapi, adanya bahan-bahan tambahan (additive) seperti pelicin, antioksidan, pewarna dan sebagainya, dalam proses pembuatan plastik, berisiko terhadap kesehatan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESecara kasat mata, plastik kemasan pangan sulit dibedakan jenisnya, sehingga kantong plastik yang beredar di pasar sebaiknya dilakukan uji migrasi untuk menjamin keamanannya. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM No. HK.03.1.23.07.11.6664 tahun 2011 tentang Pengawasan Kemasan Pangan, di antaranya menyebutkan bahwa plastik untuk kemasan pangan termasuk membuat lontong harus memenuhi syarat uji migrasi dan agar setiap plastik yang dijual diberi label dengan jelas, seperti jenis ketahanan panas dan lain-lain.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Sebagai perlindungan terhadap masyarakat, Badan POM terus melakukan pengawasan terhadap produk kemasan pangan yang kemungkinan tidak memenuhi syarat”, jelas Kepala Badan POM, Penny K. Lukito. “Masyarakat harus berhati-hati dalam menggunakan plastik untuk memasak termasuk merebus lontong. Jika masyarakat ragu atau memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, e-mailhalobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar\/Balai POM di seluruh Indonesia”, tutup Kepala Badan POM.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESalam Icokes, Sekoci Hoaxes!\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/946272503565313351\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/04\/penjelasan-bpom-tentang-penggunaan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/946272503565313351"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/946272503565313351"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/04\/penjelasan-bpom-tentang-penggunaan.html","title":"Penjelasan BPOM tentang Penggunaan Plastik untuk Memasak Lontong"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgL7b8wEKwkMwwg4a_D6r3BSCoTg6hpw_tylIFn1bnqIvbv0cwg2cDl4WBWSdteZlVVDtsEc2P00GId8Jmmn14A-3zIvbwbd-SFjE_yWH0YX2LzmGl5kQBdbUX1KocKz0JsWLENT3XBTgQ\/s72-c\/2952932149_cba9231a3d_z.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-218254752411600379"},"published":{"$t":"2017-04-07T00:32:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:46.726-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Indonesia"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mitos"}],"title":{"type":"text","$t":"Apakah Masuk Angin Penyakit Nyata?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgvyjGoClGucT2s5M1jU-LwkmnSl9cyVph507QzxZLfEPebqTHbuduKUyKY4EsOKpfLd9FQ2z3b6v71QnckHjuwhPMX-LXVthlZS1I9khHarLh2Ca-jHw6uWPRTqPCBZGXUWCRfv5BK6c_k\/s1600\/kerokan.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"360\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgvyjGoClGucT2s5M1jU-LwkmnSl9cyVph507QzxZLfEPebqTHbuduKUyKY4EsOKpfLd9FQ2z3b6v71QnckHjuwhPMX-LXVthlZS1I9khHarLh2Ca-jHw6uWPRTqPCBZGXUWCRfv5BK6c_k\/s640\/kerokan.jpg\" width=\"640\"\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr\u003EPada umumnya masyarakat sangat mengenal dan pernah mengalami yang namanya masuk angin. Namun, apa sebenarnya yang terjadi ketika Anda mengalami masuk angin dan apakah masuk angin dapat diobati oleh dokter?\u003Cbr\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.yukviral.com\/2017\/04\/apakah-masuk-angin-penyakit-nyata.html#more\"\u003ERead more »\u003C\/a\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/218254752411600379\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/04\/apakah-masuk-angin-penyakit-nyata.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/218254752411600379"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/218254752411600379"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/04\/apakah-masuk-angin-penyakit-nyata.html","title":"Apakah Masuk Angin Penyakit Nyata?"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgvyjGoClGucT2s5M1jU-LwkmnSl9cyVph507QzxZLfEPebqTHbuduKUyKY4EsOKpfLd9FQ2z3b6v71QnckHjuwhPMX-LXVthlZS1I9khHarLh2Ca-jHw6uWPRTqPCBZGXUWCRfv5BK6c_k\/s72-c\/kerokan.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-8961044676049814298"},"published":{"$t":"2017-04-04T10:04:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:46.768-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Fakta"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"}],"title":{"type":"text","$t":"Tentang Kalsium Bromat\/Potasium Bromat pada Roti"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiO-pb1j3DradYcTOfssQGQZIdZ6ycxT-m7CqqhZDKevQ6HeTESr6c1VXtltmnWi1m4r1fkqJ7DL0kxXxU1eYobk2NZ3gkAEGs7CcsEMlu1vexrfyjzCXKVxT2hlqbCjy85ipkcg7x43xI\/s1600\/bread-2121304__480.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiO-pb1j3DradYcTOfssQGQZIdZ6ycxT-m7CqqhZDKevQ6HeTESr6c1VXtltmnWi1m4r1fkqJ7DL0kxXxU1eYobk2NZ3gkAEGs7CcsEMlu1vexrfyjzCXKVxT2hlqbCjy85ipkcg7x43xI\/s400\/bread-2121304__480.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif; font-size: x-small;\"\u003EIlustrasi. Sumber Foto: Pixabay\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBeredar pesan di aplikasi percakapan WhatsApp dan media sosial tentang bahaya penggunakan Kalium Bromat\/Potasium Bromat (KBraO3) pada roti.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBerikut isi pesan yang beredar:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003EMau tau makanan buatan manusia apa yg paling beracun, tapi paling laku ??? ROTI..!!\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003Ci\u003ERoti jaman dulu lain dgn roti masa kini. Skrg produsen mau roti yg cepat dibuat, tahan lama, serta low cost. Konsumen mau roti yg super lembut, fluffly (ngembang), dan berwarna\/beraroma menarik. Alhasil roti skrg menjadi gudang bahan kimia yg membunuh secara perlahan demi mengimbangi permintaan..\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003Ci\u003EPotassium Bromate (KBrO3) adalah salah 1 nya. Baru2 ini dinas Bpom India melarang penggunaan zat kimiawi ini karena penelitian terakhir menyimpulkan zat tsb dpt memicu kanker pd manusia (tikus lab terkena tumor ganas saat diberi zat ini), karena bersifat karsinogenik.\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003Ci\u003ENegara China, Kanada, Brazil, dan Eropa sdh duluan melarang penggunaan zat ini.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003Ci\u003EPotassium Bromate digunakan sbg penguat struktur gluten, pemutih, peningkat elastisitas tektur, dan penahan rangka jaringan roti\/kue. Rata2 tepung industri utk pembuatan kue dan roti sdh diperkaya dgn zat ini dan lebih dari 80% roti yg ada di pasaran mengandung zat ini, termsk di Indonesia.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003Ci\u003EMengutip standar dunia akan zat aditif, maksimal pemakaiannya adalah sebanyak 50 ppm (parts per million). Semakin lama proses panggang \u0026amp; semakin panas suhunya, makin sedikit residunya. Namun justru karena mayoritas roti skrg, yg memakai zat pengawet dan rata2 dipanggang super cepat, maka biasanya roti tsb dihabiskan dlm 2-3 hari yg secara akumulatif meningkatkan konsumsi zat ini.\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003Ci\u003ESelain kanker \u0026amp; tumor, potassium bromate dpt memicu kelainan tiroid dan gagal ginjal.\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E\u003Cbr \/\u003E \u003Cb\u003EAnalisis\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKalium Bromat\/Potasium Bromat (KBrO3) dapat digunakan sebagai oksidan, bahan tambahan makanan kaleng dan biasanya digunakan sebagai peningkatan mutu tepung serta memperkuat adonan. Mungkin juga dapat digunakan dalam produksi malt barley.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.google.co.id\/url?sa=t\u0026amp;source=web\u0026amp;rct=j\u0026amp;url=http:\/\/ik.pom.go.id\/v2015\/katalog\/KALIUM%2520BROMAT_edit%2520Final.pdf\u0026amp;ved=0ahUKEwif3ffIyYLTAhWBmpQKHbUcDvEQFggmMAE\u0026amp;usg=AFQjCNHXyqDNd_rm84uJBQbKoZEqj3I5LA\u0026amp;sig2=xuGh4cAuAPyB1x0Wi_oRGQ\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EBahaya\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u0026nbsp; Kalium Bromat\/Potasium Bromat pada kesehatan:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPaparan Jangka Pendek:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E• Terhirup\u003Cbr \/\u003EMenyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, dengan kemungkinan gejala batuk dan sesak napas.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E•Kontak dengan Kulit\u003Cbr \/\u003EMenyebabkan iritasi pada kulit. Gejala termasuk kemerahan, gatal dan nyeri.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E•Kontak dengan Mata\u003Cbr \/\u003EMenyebabkan iritasi mata, dengan gejala kemerahan, nyeri dan dapat menyebabkan kerusakan mata\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E•Tertelan\u003Cbr \/\u003EDapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, dengan kemungkinan gejala termasuk mual, muntah dan diare.\u003Cbr \/\u003EMenyebabkan sakit perut, penurunan produksi urin, tekanan darah rendah, methemoglobinemia, kejang, kerusakan hati dan ginjal dan koma. Sianosis dapat terjadi sebagai gejala kemudian. Kematian dapat terjadi dari kegagalan ginjal dalam 1 sampai 2 minggu. Perkiraan dosis mematikan adalah 4 gram.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPaparan Jangka Panjang:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E•Kontak dengan Kulit\u003Cbr \/\u003EPaparan jangka panjang dan berulang dapat menyebabkan iritasi kulit, luka bakar dan ulkus.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/standarpangan.pom.go.id\/index.php\/berita\/94-bahan-tambahan-yang-dilarang-digunakan-dalam-produk-pangan\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EBadan POM RI\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u0026nbsp;telah melarang penggunaan Kalium Bromat\/Potasium Bromat sebagai bahan tambahan makanan yang ditetapkan melalui Permenkes RI No. 722.\/Menkes\/Per\/IX\/1988 dan perubahannya No. 1168\/\/Menkes\/Per\/X\/1999.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPenggunaan Kalium Bromat\/Potasium Bromat dalam makanan dan minuman dapat membahayakan kesehatan karena bersifat karsinogenik (pemicu kanker).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20170404033242\/http:\/\/m.detik.com\/health\/read\/2011\/03\/02\/111121\/1582785\/766\/cara-membedakan-roti-yang-mengandung-pengawet-berbahaya\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EIr. Chandra Irawan, MSi\u003C\/span\u003E, \u003C\/a\u003Epakar kimia pangan dan gizi dari Akademi Kimia Analis Bogor menuturkan, sebagian produsen 'nakal' memang suka memasukkan zat pengawet seperti Kalcium Propianat dan Potasium Bromat secara berlebihan ke dalam adonan roti. Pengawet ini biasanya ditambahkan agar roti lebih tahan lama dan tampilan selalu menarik.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBerikut beberapa cara yang diberikan Ir. Chandra untuk membedakan roti yang menggunakan pengawet secara berlebihan, yaitu:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003EMasa kadaluarsa roti menjadi sangat lama dari biasanya\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ETampilan roti sangat putih\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ETeksturnya tidak lembut dan kenyal, tetapi menjadi agak keras sehingga bisa tahan lama.\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cbr \/\u003EKesimpulan, berdasarkan analisa di atas bahaya Kalium Bromat\/Potasium Bromat adalah FAKTA.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESalam Icokes, Sekoci Hoaxes!\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/8961044676049814298\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/04\/tentang-kalsium-bromatpotasium-bromat.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/8961044676049814298"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/8961044676049814298"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/04\/tentang-kalsium-bromatpotasium-bromat.html","title":"Tentang Kalsium Bromat\/Potasium Bromat pada Roti"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiO-pb1j3DradYcTOfssQGQZIdZ6ycxT-m7CqqhZDKevQ6HeTESr6c1VXtltmnWi1m4r1fkqJ7DL0kxXxU1eYobk2NZ3gkAEGs7CcsEMlu1vexrfyjzCXKVxT2hlqbCjy85ipkcg7x43xI\/s72-c\/bread-2121304__480.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-3291900695507031771"},"published":{"$t":"2017-03-27T07:48:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:46.907-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Media"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sains"}],"title":{"type":"text","$t":"Remaja 15 Tahun Jack Andraka Menemukan Metode Deteksi Kanker Pankreas?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgpLOXahIA5GlnqMasLvyfGx4LEOSOiWlLAlITGZOsyG72DUKwfVYSKkh6NwwWyv6v8VwerdcgsDjk3vUnUcL6MYdFIlNP9PgKHZi3i15mrcWejCYX1B_TQAroXkIkxgP4ZPfTD3msJJISx\/s1600\/jack.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"233\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgpLOXahIA5GlnqMasLvyfGx4LEOSOiWlLAlITGZOsyG72DUKwfVYSKkh6NwwWyv6v8VwerdcgsDjk3vUnUcL6MYdFIlNP9PgKHZi3i15mrcWejCYX1B_TQAroXkIkxgP4ZPfTD3msJJISx\/s400\/jack.png\" width=\"400\"\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"color: #666666;\"\u003EJack Andraka\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr\u003ESeorang remaja AS, Jack Andraka ramai diberitakan outlet berita atas prestasinya menemukan cara mendeteksi kanker pankreas 168 kali lebih cepat dan 1000 kali lebih murah dibanding uji yang telah ada. Remaja kelahiran tahuun 1997 ini mendapatkan menjadi pemenang dalam lomba Intel International Science and Engineering atas temuannya saat usia 15 tahun (2012).\u003Cbr\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.yukviral.com\/2017\/03\/remaja-15-tahun-jack-andraka-menemukan.html#more\"\u003ERead more »\u003C\/a\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/3291900695507031771\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/03\/remaja-15-tahun-jack-andraka-menemukan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/3291900695507031771"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/3291900695507031771"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/03\/remaja-15-tahun-jack-andraka-menemukan.html","title":"Remaja 15 Tahun Jack Andraka Menemukan Metode Deteksi Kanker Pankreas?"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgpLOXahIA5GlnqMasLvyfGx4LEOSOiWlLAlITGZOsyG72DUKwfVYSKkh6NwwWyv6v8VwerdcgsDjk3vUnUcL6MYdFIlNP9PgKHZi3i15mrcWejCYX1B_TQAroXkIkxgP4ZPfTD3msJJISx\/s72-c\/jack.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-336560544695655440"},"published":{"$t":"2017-03-18T11:55:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:47.053-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Media"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sains"}],"title":{"type":"text","$t":"Susu Kecoa Akan Menjadi Makanan Manusia di Masa Depan?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhErWAGQ-zoykuY3HmA5mwI8H56uc5jYSpb96PN22eFmMw876ZE6ljQLqqb4yEiQDqzi12eIq2brp0RymQShp-nNn7Id71hKZk0wa7fWXmC_D8B61L2DJv3DYUwzCJ3sHb6UBf3sQabFncC\/s1600\/kecoa_002.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"250\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhErWAGQ-zoykuY3HmA5mwI8H56uc5jYSpb96PN22eFmMw876ZE6ljQLqqb4yEiQDqzi12eIq2brp0RymQShp-nNn7Id71hKZk0wa7fWXmC_D8B61L2DJv3DYUwzCJ3sHb6UBf3sQabFncC\/s400\/kecoa_002.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EBeberapa outlet berita melaporkan bahwa susu kecoa diyakini akan menjadi makanan di masa depan untuk manusia. Makanan di planet Bumi suatu hari nanti akan habis, sebuah perusahaan multinasional akan memproduksi makanan yang berasal dari serangga yang menjijikan dalam skala besar.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBerikut artikel berita dari \u003Ca href=\"https:\/\/international.sindonews.com\/read\/1126902\/46\/susu-kecoak-suplemen-bergizi-bagi-manusia-1469688089\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Esindonews.com\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: #f7f7f7; border-left: 5px solid rgb(153, 50, 204); font-style: italic; padding: 15px 20px 1px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003ESebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa susu kecoa adalah minuman suplemen yang bergizi tinggi. Para ilmuwan percaya bahwa susu formula untuk bayi kecoak yang diproduksi Pacific Beetle Cockroach layak dikonsumsi oleh manusia.\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EKandungan gizi yang ada dalam susu kecoak sangat mengejutkan. Hasil penelitian menunjukkan susu kecoak kaya akan protein, lemak, dan gula serta mengandung 3 sampai 4 kali lebih banyak energi ketimbang susu kerbau dan susu sapi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMeski begitu, susu yang diekstrak dari kecoak bukanlah tipe susu yang dapat ditemukan di toko kelontong. \"Setiap cairan yang dipanen dari kecoak tidak sepenuhnya berupa susu,\" kata Becky Facer seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Kamis (28\/7\/2016).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Setidaknya tidak seperti yang kita pikirkan,\" kata Direktur Program Sekolah dan Pendidik Fernbank Museum of Natural History di Atlanta itu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKristal protein terbentuk di perut kecoak pada saat binatang itu mengkonsumsi susu cair. Karena tidak bisa diperah, kristal protein itu diambil dari embrio serangga itu untuk kemudian diproses sedemikian rupa sehingga aman dikonsumsi oleh manusia.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESalah seorang peneliti, Leonard Chavas, terpaksa merasakan susu kecoak setelah ia kalah taruhan dengan beberapa rekan-rekannya. \"[Susu kecoak itu] tidak memiliki rasa tertentu,\" katanya kepada CNN. \u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhn-gdvrbz8GP8T3P2aiosf6uc61G5a8-VEz1IPaYlIStdTJo1dhfl2TyovL8ISBe5fi7BML_fj37DqtbSaEQAGHwavSpDIJBnLi3XWiuzIwOWLZw0XtcDg8FlZPVC1-qbxoEKdRuyUA69x\/s1600\/susu+kecoa+++Penelusuran+Google.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"388\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhn-gdvrbz8GP8T3P2aiosf6uc61G5a8-VEz1IPaYlIStdTJo1dhfl2TyovL8ISBe5fi7BML_fj37DqtbSaEQAGHwavSpDIJBnLi3XWiuzIwOWLZw0XtcDg8FlZPVC1-qbxoEKdRuyUA69x\/s400\/susu+kecoa+++Penelusuran+Google.png\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cmarquee bgcolor=\"yellow\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red; font-size: x-large;\"\u003E\u003Cb\u003EDISINFORMASI\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/marquee\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EANALISIS\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Diploptera_punctata\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EDiploptera punctata atau Pacific beetle cockroach\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E merupakan spesies dari kecoa vivipar (berkembang biak dengan cara melahirkan selain bertelur) yang menghasilkan padat nutrisi lalu diubah menjadi semacam protein kristal untuk anak-anak mereka. Zat kristal ini kaya akan protein dan nutrisi, namun dalam hal ini tidak dijelaskan sebagai susu. Embrio kecoa menghasilkan makanan dalam bentuk zat cair yang dikemas dengan lemak, gula dan protein, Anda dapat membayangkan susu kecoa yang dimaksud seperti ini.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" frameborder=\"0\" height=\"290\" mozallowfullscreen=\"\" scrolling=\"no\" src=\"\/\/www.washingtonpost.com\/video\/c\/embed\/b15d436a-5303-11e6-b652-315ae5d4d4dd\" webkitallowfullscreen=\"\" width=\"480\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"color: #666666;\"\u003ETampilan kristal tumpah dari embrio kecoa yang diperbesar menggunakan mikroskop (The Washington Post)\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EPara peneliti dari Stem Cell Biology dan Regenerative Medicine (inSteam) di India, berhasil \u003Ca href=\"http:\/\/timesofindia.indiatimes.com\/city\/kolkata\/Roach-milk-proteins-fantastic-food-supplement\/articleshow\/53268325.cms\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Ememecahkan kode struktur protein kristal pada kecoa vivipar\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E. Para ilmuwan menemukan urutan genetik lengkap dan berencana untuk membuat semacam ragi untuk mensintesis kristal protein dalam skala besar.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ETim peneliti menemukan bahwa kristal tunggal pada susu ini sarat kalori dan mengandung lebih dari tiga kali energi dalam jumlah yang sama dari semua jenis susu. Para peneliti sebelumnya menemukan bahwa kerbau memproduksi protein susu dengan jumlah kalori tertinggi. Penemuan ini datang pada saat kondisi perdebatan sengit atas dampak lingkungan dan kesehatan dari produk susu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EProduk hasil temuan para ilmuwan bukan berupa susu dari kecoa, namun merupakan produk dari hasil meniru stuktur protein kristal pada kecoa yang dihasilkan dari laboratorium. Sepertinya mendapatkan susu dengan cara \"memerah\" kecoa bukanlah pilihan yang realitis.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Kristal ini seperti makanan lengkap - mengandung protein, lemak, dan gula. Jika Anda melihat urutan proteinnya, mereka punya semua asam amino esensial,\" kata Sanchari Banerjee, salah satu penulis utama makalah yang dipublikasikan pada bulan Juli dalam jurnal dari International Union of Kristalografi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EApakah Anda berpikir jika suatu hari nanti akan membeli susu kecoa yang ada di rak-rak supermarket? Anda harus mempertimbangkannnya kembali karena itu tidak mungkin. Dalam hal ini merupakan sebuah pemborosan yang akan membuat Anda mengeluarkan biaya yang cukup besar karena harganya akan sangat mahal, dengan mempertimbangkan proses memerah susu kecoa yang sangat sulit. Lalu apakah Anda yakin kecoa memiliki puting untuk diperah susunya?\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPada dasarnya produk ini merupakan suplemen makanan dengan protein tinggi yang ditargetkan hanya untuk kalangan khusus saja. Para peneliti belum dapat memastikan apakah produk ini aman dikonsumsi oleh manusia. Jika produk ini benar-benar sampai jatuh ke tangan konsumen, dalam hal apapun susu yang dimaksud bukan berasal dari hewan kecoa, namun sepenuhnya merupakan hasil dari tangan manusia yang diciptakan di laboratorium.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPara peneliti masih membutuhkan waktu yang panjang untuk dapat mensintesis kristal protein yang dibutuhkan agar dapat diproduksi secara massal. Para peneliti juga tidak pernah mengatakan mereka berencana akan mengembangkan produk tersebut sebagai sumber pangan alternatif manusia di masa depan, namun yang sangat memungkinkan adalah sebagai suplemen makanan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EKesimpulan:\u003C\/b\u003E Susu kecoa yang dimaksud merupakan istilah untuk menggambarkan kristal cair yang mengandung lemak, gula dan protein, yang dihasilkan oleh spesies kecoa vivipar untuk sumber makanan anak-anaknya. Kecoa tidak dapat diperah karena mereka tidak mempunyai puting, yang sangat memungkinkan untuk mendapatkan struktur yang sama dengan melalui proses peragian mensintesis kristal protein.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EProduk yang diciptakan para peneliti merupakan produk dari hasil meniru stuktur protein kristal pada perut kecoa. Produk ini sepenuhnya dihasilkan oleh tangan manusia yang diciptakan di laboratorium. Produk ini juga belum dapat dipastikan apakah aman untuk dikonsumsi oleh manusia.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Saya tidak berpikir ada yang akan suka jika Anda memberitahu mereka bahwa kami telah mengekstrak kristal dari kecoa dan akan dijadikan makanan,'\" kata Subramanian Ramaswamy, seorang  ahli biokimia  di Institut for Stem Cell Biology dan Regenerative Medicine di Bangalore, India, mengatakan kepada \u003Ca href=\"https:\/\/www.washingtonpost.com\/news\/morning-mix\/wp\/2016\/07\/26\/the-case-for-cockroach-milk-its-the-most-caloric-protein-on-earth-scientists-say\/?utm_term=.0c0c766a0127\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EThe Washington Post\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EHasil penelitian lebih lengkap dan relevan diterbitkan di \u003Ca href=\"http:\/\/journals.iucr.org\/m\/issues\/2016\/04\/00\/jt5013\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EIUCrJ\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E (\u003Ci\u003EStructure of a heterogeneous, glycosylated, lipid-bound, in vivo-grown protein crystal at atomic resolution from the viviparous cockroach Diploptera punctata\u003C\/i\u003E) \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ci\u003E\u003Cb\u003ESalam YukViral.\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/336560544695655440\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/03\/susu-kecoa-akan-menjadi-makanan-manusia.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/336560544695655440"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/336560544695655440"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/03\/susu-kecoa-akan-menjadi-makanan-manusia.html","title":"Susu Kecoa Akan Menjadi Makanan Manusia di Masa Depan?"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhErWAGQ-zoykuY3HmA5mwI8H56uc5jYSpb96PN22eFmMw876ZE6ljQLqqb4yEiQDqzi12eIq2brp0RymQShp-nNn7Id71hKZk0wa7fWXmC_D8B61L2DJv3DYUwzCJ3sHb6UBf3sQabFncC\/s72-c\/kecoa_002.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-3120902437416460100"},"published":{"$t":"2017-03-14T11:02:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:47.127-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mitos"}],"title":{"type":"text","$t":"10 Mitos Kesehatan Yang Banyak Dipercaya "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiHAww6jbWtele0NoPMRaH-n-dqFGa9qGWULZF-8lMw-OAiIjeIXlgk75AjP_tA2_uahQRncwzJEDGyDL4sl0BFmEw5TrAAWhJ4DchDPcD0iBdGYZOYiwleYyasiWR1rpgHEHqnDDWn7w_a\/s1600\/mitos.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"372\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiHAww6jbWtele0NoPMRaH-n-dqFGa9qGWULZF-8lMw-OAiIjeIXlgk75AjP_tA2_uahQRncwzJEDGyDL4sl0BFmEw5TrAAWhJ4DchDPcD0iBdGYZOYiwleYyasiWR1rpgHEHqnDDWn7w_a\/s640\/mitos.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EApakah ada selama ini mempercayai tentang menonton televisi terlalu dekat dapat merusak mata, atau gula sebagai penyebab diabetes? Kesalahan-kesalahan itu harus segera dihentikan jika Anda tidak ingin terjebak dalam informasi palsu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBanyak informasi kesehatan yang beredar hingga dipercaya sebagai sebuah kebenaran. Informasi kesehatan pada dasarnya adalah sebuah harta karun berharga bagi manusia, namun alih-alih bermanfaat malah akan membuat kesehatan Anda semakin memburuk.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKami akan mengajak Anda untuk mulai mengakhiri beberapa mitos, kesalahpahaman, dan ketidakakuratan informasi kesehatan yang mungkin salah satunya sangat Anda percayai.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E10. GULA MENYEBABKAN HIPERAKTIF PADA ANAK-ANAK\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEg_W87UwTbx-KMeUPPUmY1Abyv26YMcwhNiA2Adx9Yt0BCIHh4G0G-Ajua70kDESXsL0iEBHlDEOABmrgNiHihQ-9u_usxqQoyuQ7mKJqikars_UJsWOsu1khzq376d7va8Ue7EgdjQk4Qf\/s1600\/gula.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"215\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEg_W87UwTbx-KMeUPPUmY1Abyv26YMcwhNiA2Adx9Yt0BCIHh4G0G-Ajua70kDESXsL0iEBHlDEOABmrgNiHihQ-9u_usxqQoyuQ7mKJqikars_UJsWOsu1khzq376d7va8Ue7EgdjQk4Qf\/s400\/gula.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EMitos ini banyak beredar dan dibagikan secara luas tanpa bukti ilmiah. Para peneliti hingga saat ini belum mampu mendapatkan bukti dari serangkaian studi untuk mendukung klaim ini.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMitos ini kemungkin muncul pada tahun 1974, ketika Dr William Crook menulis surat kepada American Academy of Pediatrics. \"Hanya dalam tiga tahun terakhir saya telah menyadari bahwa gula ... merupakan penyebab utama dari hiperaktif,\" isi dalam surat itu. Sebuah surat bukan penelitian ilmiah dan menurut National Institute of Mental Health: \"Ide bahwa gula halus menyebabkan gejala ADHD atau berakibat sangat buruk sangat populer, tapi teori ini lebih populer daripada pendukung ilmiahnya.\"\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPada dasarnya mitos ini tidak ada penelitian ilmiah, hanya berdasarkan teori bahwa konsumsi gula menyebabkan jumlah kalori berlebihan. Dengan jumlah kalori yang banyak, hingga memaksa anak untuk sering bergerak untuk membakar kalori.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003ESumber:\u003C\/b\u003E \u003Ca href=\"https:\/\/uamshealth.com\/healthlibrary2\/medicalmyths\/willfeedingachildalotofcandyorfoodwithalotofsugarinitmakechildrenhyperactive2\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EUniversity of Arkansas for Medical Sciences\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"http:\/\/health.kompas.com\/read\/2012\/10\/23\/0725249\/Gula.Memicu.Perilaku.Hiperaktif.pada.Anak\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EHealth Kompas\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/www.nimh.nih.gov\/health\/publications\/attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd-the-basics\/index.shtml\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ENational Institutes of Health\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E9. KOPI MENGURANGI PENYERAPAN KALSIUM\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjxglf7hOVYaKyabg08o902JvQim2nZa5uji1bZ3gTFE85pRtFuNAZ-7pkVROPo8Jk7qcyTLNLnyDcvZClDAyGmlUXpO_vdcQkqVB7KImbpH5x7-J3mKu6D4j6s1Gx747hTpmOAJbfy3qM5\/s1600\/kopi.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"223\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjxglf7hOVYaKyabg08o902JvQim2nZa5uji1bZ3gTFE85pRtFuNAZ-7pkVROPo8Jk7qcyTLNLnyDcvZClDAyGmlUXpO_vdcQkqVB7KImbpH5x7-J3mKu6D4j6s1Gx747hTpmOAJbfy3qM5\/s400\/kopi.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EKebanyakan penelitian tidak menemukan korelasi antara konsumsi kafein dan pertumbuhan tulang pada anak-anak.  Pada orang dewasa, para peneliti telah melihat bahwa peningkatan konsumsi kafein sangat sedikit dapat membatasi penyerapan kalsium, tetapi dampaknya sangat kecil dengan satu sendok makan dari susu akan lebih dari cukup untuk mengimbangi efek dari secangkir kopi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EOutlet berita bertanggungjawab atas beredarnya mitos ini: \u003Ci\u003E\"Hampir sama seperti konsumsi alkohol, kopi dapat menghalangi penyerapan kalsium dalam tubuh. Maka konsumsi kopi sebaiknya tidak lebih dari satu cangkir per hari, dan diminum jangan setelah waktu makan,\"\u003C\/i\u003E kutipan artikel \u003Ca href=\"http:\/\/health.kompas.com\/read\/2013\/06\/27\/1213288\/Kebiasaan.yang.Mengurangi.Penyerapan.Kalsium\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Ekompas.com\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDalam satu studi yang diikuti 81 remaja dalam jangka waktu enam tahun, tidak menemukan korelasi antara asupan kafein sehari-hari dan pertumbuhan atau kepadatan tulang. Mitos ini telah berkembang beberapa dekade lalu, bahkan pada tahun 1500-an raja Charles dari Inggris \u003Ca href=\"http:\/\/www.theoldfoodie.com\/2006\/12\/king-bans-coffee.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Emelarang minum kopi\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E dengan alasan kesehatan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhr8BJqK7lWqyhn_f_NsGOpXaLpHQJoThT0jJrW0A_V_esoeQX58N6P4c8hbWU4f97UNr0VfZBAMhyphenhyphenrJq-vwqOiZZs8Tl0d3PfQrF5fFnONZtgWc9ngXnPHIE3y8hNYXCRJ9DodF8ewe3BL\/s1600\/iklan.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"640\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhr8BJqK7lWqyhn_f_NsGOpXaLpHQJoThT0jJrW0A_V_esoeQX58N6P4c8hbWU4f97UNr0VfZBAMhyphenhyphenrJq-vwqOiZZs8Tl0d3PfQrF5fFnONZtgWc9ngXnPHIE3y8hNYXCRJ9DodF8ewe3BL\/s640\/iklan.jpg\" width=\"464\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"color: #666666;\"\u003EArtikel tahun 1933 yang menyatakan bahaya kopi menghambat pertumbuhan (\u003C\/span\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.wjm2234.com\/ebay\/33\/1933-ad-bad-coffee.jpg\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Ewjm2234.com\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cspan style=\"color: #666666;\"\u003E)\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESumber:\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E \u003Ca href=\"http:\/\/www.smithsonianmag.com\/science-nature\/its-a-myth-theres-no-evidence-that-coffee-stunts-kids-growth-180948068\/?no-ist\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ESmithsonian Magazine\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"http:\/\/www.businessinsider.co.id\/no-evidence-that-coffee-stunts-growth-2013-12\/?r=US\u0026amp;IR=T#BgWJc3upQgv95RAT.97\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EBusiness Insider\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E8. COKLAT MERANGSANG HASRAT SEKSUAL\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEg0hv5G5MwPoz5_1TDnVLwa54gQk8u3w2o4REdb5MpVM8Ig_bEQdYcdUV2enV0GW59_HjuRSFQNYN3p6YGm0tB3gvUeJ4qrRIRIw0oEc_oCr3Tj_7ZBzRqP_FnM8yzACBwtUpnj_Psh_Xk1\/s1600\/coklat.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"265\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEg0hv5G5MwPoz5_1TDnVLwa54gQk8u3w2o4REdb5MpVM8Ig_bEQdYcdUV2enV0GW59_HjuRSFQNYN3p6YGm0tB3gvUeJ4qrRIRIw0oEc_oCr3Tj_7ZBzRqP_FnM8yzACBwtUpnj_Psh_Xk1\/s400\/coklat.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EMitos yang mengklaim bahwa coklat mampu meningatkan libido seperti viagra telah beredar pada abad ke-19. Alasan coklat mampu merangsang hasrat seksual berdasarkan teori bahwa cokelat mengandung phenylethylamine, senyawa alami antidepresi dan stimulan andrenalin yang sering disebut dengan \"molekul cinta\".\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"background-color: #f7f7f7; border-left: 5px solid rgb(153, 50, 204); font-style: italic; padding: 15px 20px 1px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003ESudah sejak lama cokelat diidentikkan sebagai camilan yang mampu meningkatkan gairah dan libido, baik laki-laki maupun perempuan. Alasannya, karena cokelat mengandung phenylethylamine, senyawa alami antidepresi dan stimulan andrenalin yang sering disebut dengan \"molekul cinta\".\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ECokelat dikenal oleh penggemarnya lebih \"asyik\" daripada ciuman paling hot sekalipun. Studi yang dilakukan para peneliti Inggris ini meyakini satu hal, membiarkan cokelat meleleh di mulut terbukti mampu meningkatkan detak jantung dan lebih mendongkrak gairah daripada berciuman. Kesimpulan ini diungkapkan David Lewis, psikolog dari The Mind Lab Amerika.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EStudi ini melibatkan 12 sukarelawan dengan kisaran usia 25-an. Mereka diminta mengenakan monitor jantung dan elektroda yang dipasang di kepala, untuk mengukur detak jantung dan aktivitas otak. Para peneliti kemudian menganalisis hasil rekaman aktivitas otak dan detak jantung sukarelawan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EHasilnya, ciuman penuh nafsu sekalipun tak bisa menandingi gairah yang didapat saat cokelat meleleh di dalam mulut. Rangsangan yang diciptakan saat cokelat meleleh di dalam mulut terbukti bisa mengirim sensor ke semua wilayah otak jauh lebih intens dibandingkan dengan sensasi yang timbul saat berciuman.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EStudi tentang cokelat hitam dan gairah seksual juga pernah dilakukan oleh Dr Andrea Salonia. Dalam pertemuan European Society for Sexual Medicine, akhir tahun lalu, peneliti berkebangsaan Italia ini menyatakan bahwa cokelat mampu membuat mood lebih terpenuhi karena diprediksi mengandung lebih dari 300 substansi kimia, termasuk kafein dalam jumlah kecil, terobomin, dan phenylethylamine (stimulan yang terkait dengan amfetamin), yang terbukti bisa menaikkan minat dan fungsi seksual. \u003Ca href=\"http:\/\/health.kompas.com\/read\/2013\/01\/27\/2035137\/7.Yang.Alami.untuk.Menambah.Libido\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EHealth.kompas.com\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EMeskipun makanan tertentu dan suplemen - seperti cokelat, makanan pedas dan kopi sering diklaim mempengaruhi libido, penelitian telah menunjukkan semua itu sangat tidak efektif untuk menghasilkan respon seksual pada pria. bukti awal menunjukkan sedikit lebih menggembirakan menunjukkan dapat meningkatkan libido pada wanita, tetapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EJadi, tidak ada bukti kuat untuk mendukung klaim ini, penelitian yang telah dilakukan sifatnya belum final dan diperlukan beberapa studi lanjutan untuk sebuah kepastian dalam uji ilmiah.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPara peneliti mencatat bahwa cokelat mengandung komponen yang terkait dengan tingkat yang lebih tinggi dari serotonin di otak, dan efeknya diperkirakan memainkan peran dalam gairah seksual. Namun, studi membandingkan antara konsumen konsumsi cokelat dengan konsumen tidak konsumsi cokelat tidak menemukan perbedaan dalam fungsi seksual, dan para peneliti menyimpulkan dalam kajian mereka bahwa cokelat untuk dorongan seksual adalah mitos yang tidak didukung bukti ilmiah.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESumber:\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E \u003Ca href=\"http:\/\/www.mayoclinic.org\/healthy-lifestyle\/sexual-health\/expert-answers\/natural-aphrodisiacs\/faq-20058252\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EMayo Clinic\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"http:\/\/www.webmd.com\/sex\/features\/aphrodisiacs-fact-or-fiction#1\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EWebMD\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"http:\/\/time.com\/3984196\/aphrodisiacs-that-work\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EHealth Time\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E7. DARAH BERUBAH MENJADI BIRU DI PEMBULUH DARAH\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjPmKSN31WVG1ofK18ebhtT7WhLPbSXxVu0HNt2t1Jd_OZrb1ZPqtdYEo-q9zSC1xzoAh9q11dQZiYY6jOGMZoHdBc2NFRqjiS4Ca8AV03StYstgdHU9Vzfq1c8SlUBJrviRKaOWNiavXNg\/s1600\/darah+biru.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"263\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjPmKSN31WVG1ofK18ebhtT7WhLPbSXxVu0HNt2t1Jd_OZrb1ZPqtdYEo-q9zSC1xzoAh9q11dQZiYY6jOGMZoHdBc2NFRqjiS4Ca8AV03StYstgdHU9Vzfq1c8SlUBJrviRKaOWNiavXNg\/s400\/darah+biru.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EMungkin Anda pernag melihat darah di pembuluh darah pada tangan terlihat berwarna biru, apakah Anda memiliki darah biru? Tidak, darah biru hanya istilah untuk kasta dalam masyarakat, darah manusia akan tetap berwarna merah. Warna merah darah bervariasi, dari merah cerah hingga merah gelap (mirip hitam).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDarah terlihat biru karena Anda melihat melalui beberapa lapisan jaringan, yang menyaring warna. Darah biru hanyalah istilah bagi keturunan kerajaan atau bangsawan, darah manusia dalam tubuh tidak akan menjadi biru dengan alasan apapun.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESumber:\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E \u003Ca href=\"http:\/\/scienceline.ucsb.edu\/getkey.php?key=3964\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EUCSB ScienceLine\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E6. SELAPUT DARA TANDA KEPERAWANAN\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgLv53oNtzFnx6uETVlDN13MmVC9KM1z_E3v4Z3NSre8DMF4eSqJ6CT5tBWGVuXa2dBGI3IIc44ppIgWhR_gB64jzirIb2zb1hF1D8c5lcqmq2aG6SepcpXTY6Q0hwzlj4W1kZ5rrsOAki1\/s1600\/perawan-atau-tidak.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"317\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgLv53oNtzFnx6uETVlDN13MmVC9KM1z_E3v4Z3NSre8DMF4eSqJ6CT5tBWGVuXa2dBGI3IIc44ppIgWhR_gB64jzirIb2zb1hF1D8c5lcqmq2aG6SepcpXTY6Q0hwzlj4W1kZ5rrsOAki1\/s400\/perawan-atau-tidak.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EPada umumnya budaya di Indonesia meyakini bahwa tanda seorang wanita masih perawan terlihat dari selaput daranya. Namun mitos itu tidak benar, nyatanya tidak semua wanita terlahir memiliki selaput dara pada vagina.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESelaput dara adalah lapisan kulit yang sangat tipis, merentang di vagina wanita.  Lapisan ini dapat menutupi seluruh atau sebagian mulut vagina. Selaput dara yang robek sering diidentikkan dengan wanita yang sudah tidak perawan, padahal robeknya selaput dara disebabkan banyak faktor, seperti aktivitas olahraga, cedera, pemeriksaan vagina, masturbasi dan lainnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESelaput dara yang robek pada anak-anak dan remaja dapat kembali pulih dengan cepat, sedangkan pada orang dewasa dari segi bentuk dan kondisi sangat bervariasi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESelaput dara memiliki lubang atau pori yang bentuknya bervariasi. Tidak semua wanita merasa nyeri atau mengeluarkan darah pada vagina saat pertama kali berhubungan badan. Pada kenyataannya, untuk sebagian besar wanita (meskipun setiap wanita berbeda), pengalaman coital (hubungan seks atau senggama) pertama kali pada umumnya nontraumatic.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"tubevideo\"\u003E\u003Ciframe allowfullscreen=\"\" frameborder=\"0\" height=\"380\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/PM79UBTwfsg\" width=\"554\"\u003E\u003C\/iframe\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESumber:\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E \u003Ca href=\"http:\/\/goaskalice.columbia.edu\/answered-questions\/hymen-stretching\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EColumbia University\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/www.buzzfeed.com\/sarahburton\/say-hi-to-your-hymen?utm_term=.smjJ33nj7#.fkQW22rJw\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EBuzzFeed\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E5. MENONTON TV TERLALU DEKAT BURUK UNTUK MATA\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjJfTO7BtzuYWkSEVQaKrKO2c6CisFT1Vo-cpGb0jRs1I23Lm6DAcQKfYmJQIo86UQm6rp9-dbHLkDDAvy76_Zr9g5vbICE4TdoLirJxB99PTPgexKi8oQwpPMhEoVPeYFnDJMV9RK6auzI\/s1600\/tv.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"300\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjJfTO7BtzuYWkSEVQaKrKO2c6CisFT1Vo-cpGb0jRs1I23Lm6DAcQKfYmJQIo86UQm6rp9-dbHLkDDAvy76_Zr9g5vbICE4TdoLirJxB99PTPgexKi8oQwpPMhEoVPeYFnDJMV9RK6auzI\/s400\/tv.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EMitos ini sangat populer bahkan hingga saat ini banyak dipercaya, mungkin termasuk Anda? Menonton TV terlalu dekat tidak akan membuat mata Anda berakibat fatal, namun bukan berarti sangat aman.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKemungkinan yang akan terjadi bila Anda menonton televisi terlalu dekat adalah Anda akan sakit kepala dan mata lelah. Rumor ini kemungkinan besar dimulai pada TV tua, yang menghasilkan radiasi tingkat tinggi pada tabung sinar katoda di dalamnya, tetapi TV keluaran terbaru tidak akan terjadi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPeringatan kuno itu tidak berlaku di zaman modern sekarang ini, teknologi televisi telah memperhitungkan keamanan bagi penggunanya. Tidak ada bukti penelitian yang menyatakan bahwa menonton televisi terlalu dekat dapat menyakiti mata.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003ESumber\u003C\/b\u003E: \u003Ca href=\"http:\/\/www.nytimes.com\/2005\/06\/07\/health\/the-claim-sitting-too-close-to-the-tv-is-bad-for-your-eyes.html?_r=0\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EThe New York Times\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/hellosehat.com\/menonton-tv-terlalu-dekat-merusak-mata-anak\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EHello Sehat\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E4. GULA MENYEBABKAN DIABETES\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjdl6o5FZyORsbpua5AnHuDCHrolTjwj1dk6E99mUJvE0ugnTROHD3cEPNvhUiumThISzfCtZ5n4ZjRAcSEf2Suq-Yv9b3zxKR3aRHdhuqRbhkm5c3tTCObKEJID06bl2hFDQqTsWpvzgpX\/s1600\/alat-tes-ukur-kadar-gula-darah.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"220\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjdl6o5FZyORsbpua5AnHuDCHrolTjwj1dk6E99mUJvE0ugnTROHD3cEPNvhUiumThISzfCtZ5n4ZjRAcSEf2Suq-Yv9b3zxKR3aRHdhuqRbhkm5c3tTCObKEJID06bl2hFDQqTsWpvzgpX\/s400\/alat-tes-ukur-kadar-gula-darah.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EMitos ini sangat dipercaya berdasarkan teori bahwa diabetes merupakan penyakit kelebihan gula darah. Pada dasarnya diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas (kelenjar ludah perut) tidak memproduksi cukup insulin, atau ketika tubuh tidak secara efektif menggunakan insulin.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EAsosiasi Diabetes Amerika menyatakan bahwa penderita diabetes tidak harus menghindari makanan dan minuman manis mengandung gula, dan tidak ada cukup bukti untuk membenarkan bahwa makanan atau minuman mengandung gula penyebab langsung diabetes.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EWalaupun gula bukan pantangan bagi penderita diabetes, jika Anda menderita diabetes harus tetap membatasi porsi asupan gula. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh faktor genetik dan tidak diketahui yang memicu timbulnya penyakit; diabetes tipe 2 disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E \u003Cbr \/\u003EMakanan dan minuman mengandung gula bukan penyebab langsung penyakit diabetes, namun menghindari minuman manis dapat membantu mencegah diabetes. Hubungan makanan atau minuman manis dengan diabetes cukup rumit, tidak jelas apakah perubahan dalam asupan gula dapat memperhitungkan perbedaan dalam prevalensi diabetes diantara populasi secara keseluruhan.  \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Kami telah memiliki beberapa gula dalam makanan kita selama ribuan tahun, tanpa epidemi obesitas dan diabetes,\" kata Dr. David Katz, direktur Yale Prevention Research Center, yang dilansir Tech Insider, tetapi hari ini sekitar 75% dari makanan dan minuman berisi tambahan gula. \"Ini adalah dosis lebih modern yang menimbulkan racun modern,\" tambah Dr Katz.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESumber\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E: \u003Ca href=\"http:\/\/journals.plos.org\/plosone\/article?id=10.1371\/journal.pone.0057873\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EJournal Plos\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E , \u003Ca href=\"http:\/\/www.diabetes.org\/diabetes-basics\/myths\/?referrer=http:\/\/www.businessinsider.com\/worst-science-health-body-myths-2016-8?IR=T\u0026amp;r=US\u0026amp;IR=T\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EAmerican Diabetes Assosciation\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"http:\/\/www.businessinsider.com\/what-happens-if-you-eat-too-much-sugar-2015-11?IR=T\u0026amp;r=US\u0026amp;IR=T\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ETech Insider\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E3. UDARA DINGIN DAPAT MENGAKIBATKAN PILEK\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhgePhyphenhyphenTrS07lTfSAz5FNvvt75vgq3QYg45xHZjuM3oEqSu6d7oYXwDRY5NAZY-0gYT3IzxBDUzYbjk0_Qs-PbzuhB5-bPXUIQsKHShkJozRyPJbC3Frmd_MsSCJ2Tx8QaAZkgfI78kw7-T\/s1600\/111.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"200\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhgePhyphenhyphenTrS07lTfSAz5FNvvt75vgq3QYg45xHZjuM3oEqSu6d7oYXwDRY5NAZY-0gYT3IzxBDUzYbjk0_Qs-PbzuhB5-bPXUIQsKHShkJozRyPJbC3Frmd_MsSCJ2Tx8QaAZkgfI78kw7-T\/s400\/111.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ETidak ada bukti ilmiah bahwa pergi ke luar dengan kondisi rambut basah ketika suhu membeku akan membuat Anda sakit - asalkan Anda menghindari hipotermia.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ETapi ada penjelasan ilmiah mengapa orang cenderung menjadi pilek di musim dingin: Ketika musim dingin kita akan menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan dengan keluarga atau orang lain, kondisi itu lebih mungkin bahwa kita akan tertular oleh virus yang menyebar dari orang lain dalam ruangan selama musim dingin.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMeskipun sistem kekebalan tubuh yang lemah akan meningkatkan kesempatan virus untuk bertahan hidup, suhu tidak mempengaruhi kekuatan sistem kekebalan tubuh.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESumber:\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E \u003Ca href=\"http:\/\/www.livescience.com\/32256-does-cold-weather-cause-colds.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ELive Science\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"http:\/\/www.businessinsider.co.id\/mythbusting-health-wisdom-and-sayings-2014-11\/?op=1\u0026amp;r=US\u0026amp;IR=T#fyVqIRxSyY30ympX.97\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EBusiness Insider\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E2. MSG BURUK BAGI KESEHATAN\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgv6UoHTdipkMRGJbCRWpha5cCz0TH828Maxx9n1HQ51DbCDGJPMrFA6offbKuVAueK-CenUxeoWBINGGmGYOighyphenhyphenKcbI7JJMYMPWl9gMf85G3F-j4oIR3HUxk6Ph2j7jBuCWaPUOOwej3m\/s1600\/msg.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"233\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgv6UoHTdipkMRGJbCRWpha5cCz0TH828Maxx9n1HQ51DbCDGJPMrFA6offbKuVAueK-CenUxeoWBINGGmGYOighyphenhyphenKcbI7JJMYMPWl9gMf85G3F-j4oIR3HUxk6Ph2j7jBuCWaPUOOwej3m\/s400\/msg.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ERasa gurih dari MSG memberikan reputasi buruk selama beberapa dekade, namun para peneliti mengungkapkan bahwa mitos tentang MSG tidak benar dan aman dikonsumsi dalam batas wajar. Citra negatif MSG membuat banyak rumah makan memasang tulisan bahwa makanan mereka \"tidak menggunakan MSG\" untuk meyakinkan pelanggan bahwa makanan mereka aman dikonsumsi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMitos tentang MSG dimulai Pada tahun 1968, Robert Ho Man Kwok menulis surat kepada New England Journal of Medicine mengatakan bahwa ia mengalami gejala aneh yang ia sebut sebagai \"Chinese Restaurant Syndrome\" setelah menikmati makanan China. Dia mengaku mengalami \"mati rasa di bagian belakang leher yang menjalar ke lengan dan punggung,\" diikuti dengan \"rasa lemah dan palpitasi (denyut jantung dengan kecepatan abnormal).\" \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMitos tentang bahaya MSG yang berkembang di masyarakat dan bahkan tidak sedikit masyarakat yang anti-MSG disebabkan oleh mitos tersebut yang kadung dipercaya secara turun temurun, faktanya mitos itu tidak terbukti secara ilmiah dan banyak penelitian mengungkap bahwa MSG aman.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003ESumber:\u003C\/b\u003E \u003Ca href=\"http:\/\/www.yukviral.com\/2017\/02\/mitos-vs-fakta-bahaya-msg.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ESekoci Hoaxes\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E (Mitos VS Fakta Bahaya MSG?)\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cb\u003E1. MANFAAT SPERMA UNTUK AWET MUDA\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEg47NH1wbDWSOQ2SLIf6ImWdG-Z_jvErSyGaKblfE2dnBNaHnT899xRyQyH1qhmfHNVmI29PtzwVwhX3IgCY6QPTstsHqi0wt9r2frKJFST-Ncni8BGID3_DdhAf_J2IO_bQnlpG3BDzLu8\/s1600\/cantik.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"233\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEg47NH1wbDWSOQ2SLIf6ImWdG-Z_jvErSyGaKblfE2dnBNaHnT899xRyQyH1qhmfHNVmI29PtzwVwhX3IgCY6QPTstsHqi0wt9r2frKJFST-Ncni8BGID3_DdhAf_J2IO_bQnlpG3BDzLu8\/s400\/cantik.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003EKontroversi penggunaan sperma yang dianggap bermanfaat untuk wanita yang ingin awet muda dan kulit wajah agar selalu terlihat kencang. Banyak wanita yang mempercayainya dan tidak sedikit yang telah mempraktekannya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EAir mani (semen) mengandung sel sperma yang dipercaya mengandung protein, seng, magnesium, kalsium, dan kalium. Air mani dianggap sebagai antioksidan kuat yang disebut spermine, yang banyak digunakan di tempat spa kecantikan di Amerika dan Eropa yang dikemas menjadi krim wajah untuk mengencangkan kulit. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPro dan kontra dari air mani yang bermanfaat untuk kulit wajah adalah mitos yang tampaknya tidak berujung. Dr. Will Kirby, seorang dokter kulit di Beverly Hills mengatakan bahwa tidak hanya tidak ada bukti ilmiah bahwa air mani memiliki manfaat dermatologis, menggunakan air mani pada wajah Anda dapat berbahaya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESumber:\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E \u003Ca href=\"http:\/\/www.yukviral.com\/2016\/11\/mitos-vs-fakta-manfaat-sperma-untuk.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ESekoci Hoaxes\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E (\u003Ci\u003EMitos VS Fakta Manfaat Sperma Untuk Awet Muda\u003C\/i\u003E)\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESalam YukViral.\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E "},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/3120902437416460100\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/03\/10-mitos-kesehatan-yang-banyak-dipercaya.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/3120902437416460100"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/3120902437416460100"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/03\/10-mitos-kesehatan-yang-banyak-dipercaya.html","title":"10 Mitos Kesehatan Yang Banyak Dipercaya "}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiHAww6jbWtele0NoPMRaH-n-dqFGa9qGWULZF-8lMw-OAiIjeIXlgk75AjP_tA2_uahQRncwzJEDGyDL4sl0BFmEw5TrAAWhJ4DchDPcD0iBdGYZOYiwleYyasiWR1rpgHEHqnDDWn7w_a\/s72-c\/mitos.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-2097997799966460576"},"published":{"$t":"2017-03-09T01:16:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:47.194-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Informasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"}],"title":{"type":"text","$t":"Penjelasan Badan POM Terkait Peredaran Permen Dot yang Diduga Mengandung Narkoba"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj7jtBSymN8bdZUCdzLyYrcGmcFV1ugqcg_K0LaAUaij07hrznw1Br6QVLV1F2DC91KxHBWcSLardVj6g99-I3V8R3TKweN0Ufa9qph3npkX4WIgaOygWQ62cMPutITemXRALpD0Ad6lV4\/s1600\/Screenshot_20170309-151829.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"480\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj7jtBSymN8bdZUCdzLyYrcGmcFV1ugqcg_K0LaAUaij07hrznw1Br6QVLV1F2DC91KxHBWcSLardVj6g99-I3V8R3TKweN0Ufa9qph3npkX4WIgaOygWQ62cMPutITemXRALpD0Ad6lV4\/s640\/Screenshot_20170309-151829.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cspan style=\"font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;\"\u003ERazia permen dot. Sumber Foto: \u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/m.kumparan.com\/rini-friastuti\/bnnp-jawa-timur-dalami-penemuan-permen-dot-diduga-mengandung-narkoba\"\u003E\u003Cspan style=\"color: blue;\"\u003EKumparan\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMinggu ini, masyarakat kembali dihebohkan dengan isu beredarnya permen yang diduga mengandung narkoba di kalangan siswa Sekolah Dasar. Isu ini berkembang di media massa dan media sosial sejak 6 Maret 2017, setelah Pemerintah Kota Surabaya melakukan kegiatan pengawasan pangan jajanan anak sekolah dan mencurigai adanya kandungan Rhodamin-B dan Formalin.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPemerintah Kota Surabaya melalui seluruh jajaran kelurahan, kecamatan, dan Satuan Polisi Pamong Praja melakukan razia terhadap permen yang berbentuk dot bayi dengan merek “Penguin Brand” di sejumlah sekolah dan pasar.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Berdasarkan data pendaftaran produk pangan di Badan POM, permen Penguin Brand terdaftar sebagai produk pangan impor dari China. Nomor izin edar permen Penguin Brand BPOM RI ML 224409003077 berlaku sampai tahun 2018”. Demikian penjelasan Kepala Badan POM, Penny K. Lukito di sela-sela Musyawarah Nasional Pengawasan Obat dan Makanan tahun 2017. Importasi permen Penguin Brand berdasarkan rekomendasi SKI (Surat Keterangan Impor) dari Balai Besar POM di Surabaya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Dalam rangka perlindungan konsumen, Badan POM beserta jajaran di seluruh Indonesia melakukan pengawasan intensif terhadap peredaran produk tersebut. Saat ini sedang dilakukan pengujian laboratorium terhadap sampel permen Penguin Brand”, ungkap Penny K. Lukito. “Saat ini sampel telah diuji terkait narkotika, psikotropika, formalin dan rhodamin B, hasil uji menunjukkan hasil NEGATIF (sampel tidak mengandung narkotika, formalin dan rhodamin B). Badan POM melalui Balai Besar\/Balai POM di seluruh Indonesia masih melakukan sampling dan pengujian terhadap sampel produk”, tambahnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBadan POM terus melakukan pengawasan untuk melindungi masyarakat dari produk yang berisiko terhadap kesehatan. Badan POM mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap isu-isu terkait Obat dan Makanan yang beredar melalui media sosial. Masyarakat harus menjadi konsumen cerdas dalam memilih produk Obat dan Makanan dengan “Cek KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). “Jika menemukan produk yang mencurigakan, masyarakat dapat menghubungi dan\/atau melaporkan kepada Badan POM”, pesan Kepala Badan POM.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EUntuk informasi lebih lanjut hubungi:\u003Cbr \/\u003EContact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar\/Balai POM di seluruh Indonesia. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESumber:\u0026nbsp;\u003Ca href=\"http:\/\/www.pom.go.id\/new\/index.php\/view\/pers\/355\/Penjelasan-Badan-POM-Terkait-Peredaran-Permen-Dot-yang-Diduga-Mengandung-Narkoba.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: blue;\"\u003EBadan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBaca juga:\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.yukviral.com\/2017\/03\/klarifikasi-foto-putri-raja-salman_9.html\"\u003E[\u003Cspan style=\"color: blue;\"\u003EKlarifikasi] Foto Putri Raja Salman Berpakaian Adat Bali\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.yukviral.com\/2017\/03\/klarifikasi-grab-tentang-pelecehan-sara.html\"\u003E\u003Cspan style=\"color: blue;\"\u003E[Klarifikasi] Grab tentang Pelecehan SARA pada Calon Penumpang\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/2097997799966460576\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/03\/penjelasan-badan-pom-terkait-peredaran.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/2097997799966460576"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/2097997799966460576"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/03\/penjelasan-badan-pom-terkait-peredaran.html","title":"Penjelasan Badan POM Terkait Peredaran Permen Dot yang Diduga Mengandung Narkoba"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj7jtBSymN8bdZUCdzLyYrcGmcFV1ugqcg_K0LaAUaij07hrznw1Br6QVLV1F2DC91KxHBWcSLardVj6g99-I3V8R3TKweN0Ufa9qph3npkX4WIgaOygWQ62cMPutITemXRALpD0Ad6lV4\/s72-c\/Screenshot_20170309-151829.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-496865830962513943.post-7637296778606669747"},"published":{"$t":"2017-03-03T02:02:00.000-08:00"},"updated":{"$t":"2017-09-18T15:59:47.318-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kesehatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mitos"}],"title":{"type":"text","$t":"[Mitos Vs Fakta] Minum 8 Gelas Setiap Hari"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjB5Dafh40OQraTaAvqe0mLhAeT1fFasvfMC3tYwAnTYXpb9rOScDJ-ZQHYTo4GaY0WFpGC4czXdaxdyuHHrsUgx4JnviMGvbXqwcYvpPLFWfOMnBNGjZ3Tz3nhuaTrbiBpTJefC3jphHQ9\/s1600\/minum.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"425\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjB5Dafh40OQraTaAvqe0mLhAeT1fFasvfMC3tYwAnTYXpb9rOScDJ-ZQHYTo4GaY0WFpGC4czXdaxdyuHHrsUgx4JnviMGvbXqwcYvpPLFWfOMnBNGjZ3Tz3nhuaTrbiBpTJefC3jphHQ9\/s640\/minum.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003ESebuah informasi yang telah lama beredar menyatakan bahwa manusia membutuhkan 2,5 liter air minum setiap harinya. Rata-rata setiap orang memrlukan 2,5 liter (8 gelas) air perhari untuk menghindari dehidrasi kronis.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EInformasi tentang anjuran minum air putih 8 gelas setiap hari menjadi kepercayaan yang banyak disampaikan dalam informasi kesehatan manusia. Namun sayangnya informasi ini tidak didukung oleh penelitian, bahkan tidak ada bukti ilmiah sebagai pendukungnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPara ahli gizi lainnya mencatat bahwa setiap kekurangan dalam asupan air putih dapat digantikan dengan melalui konsumsi minuman lainnya, seperti minuman kopi, teh, susu, atau minuman ringan; tidak perlu secara khusus minum air putih (dalam bentuk cair).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDr. Aaron E. Carroll dan Rachel C. Vreeman melaporkan dalam sebuah artikel tentang klaim ini. Tidak ada yang salah dengan menyukai air putih, namun tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa Anda perlu minum air putih delapan gelas setiap hari. Salah satu dokter yang telah memfokuskan dalam penelitian ini, Dr Heinz Valtin, mencari melaui banyak database elektronik dan juga berkonsultasi dengan para ahli gizi juga dengan rekan-rekan yang mengkhususkan diri dalam keseimbangan air dalam tubuh.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDalam semua penelitian, dan juga dalam semua penelitian yang telah dilakukan untuk memeriksa kembali, tidak ada bukti ilmiah yang dapat ditemukan untuk menunjukkan bahwa Anda perlu minum delapan gelas air putih setiap hari.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EAhli medis lainnya juga telah menentang gagasan bahwa minum 8 gelas setiap hari untuk menghindari dehidrasi kronis. Jurgen Schnermann, seorang spesialis ahli ginjal di \u003Ci\u003ENational Institutes of Health\u003C\/i\u003E, mengatakan bahwa untuk mengganti kekurangan asupan air harian, orang dewasa dengan rata-rata ukuran ginjal sehat membutuhkan tidak lebih dari satu liter cairan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKlaim yang menyatakan bahwa minum air putih 8 gelas setiap sehari berasal dari buku \"\u003Ca href=\"https:\/\/www.amazon.com\/exec\/obidos\/ASIN\/0962994235\/ref=urbanlegendsrefeA\/103-9938937-0087863\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EYour Body's Many Cries For water\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E\", ditulis oleh Fereydoon Batmanghelidj. Dr Batmanghelidj adalah seorang dokter kelahiran Iran yang menetap di Amerika Serikat, ia menyatakan bahwa orang-orang perlu belajar untuk tidak sakit, hanya haus, dan bahwa banyak minum air putih dapat \"menyembuhkan banyak penyakit seperti arthritis, angina, migrain, hipertensi dan asma.\"\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ENamun, klaim yang dipaparkan Batmanghelidj berdasarkan kesimpulan setelah membaca beberapa informasi, bukan berdasarkan hasil penelitian. Ia juga mengklaim bahwa ide-idenya merupakan \"pergeseran paradigma\" dari kepentingan publikasi bukunya supaya kesimpulan dari pemikirannya menjadi daya tarik pembaca.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESelain itu, alasan bahwa seseorang harus minum air putih dikarenakan efek diuretik dari minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda yang dapat merugikan. Namun alasan itu salah! Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi Oktober di \u003Ci\u003EJournal of American College of Nutrition\u003C\/i\u003E, para peneliti di Center for Human Nutrition di Omaha telah mengukur kombinasi perbedaan air putih, kopi, dan soda berkafein.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Kami tidak menemukan perbedaan yang signifikan sama sekali,\" kata ahli gizi Ann Grandjean, penulis utama studi tersebut. \"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kafein berpengaruh pada dehidrasi untuk orang sehat yang meminum dengan jumlah normal.\"\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESejatinya kebutuhan asupan air setiap harinya berbeda-beda bagi setiap orang, Anda harus minum ketika merasakan haus, rasa haus adalah sinyal yang diberikan tubuh ketika membutuhkan air. Jika Anda tidak merasa haus, Anda tidak perlu minum air kecuali jika Anda sedang menginginkannya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ETubuh manusia sudah melakukan pekerjaannya dengan cara yang baik dalam mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh, oleh karena itu Anda tidak perlu memaksakan untuk minum minimal 2,5 liter setiap hari dengan alasan takut dehidrasi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EDarimana mitos ini berasal?\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMitos minum 8 gelas setiap hari \u003Ca href=\"http:\/\/ajpregu.physiology.org\/content\/283\/5\/R993\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003Eberasal dari tahun 1945\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u0026nbsp;ketika Food and Nutrition Board dari National Research Council merilis laporan menyatakan bahwa orang dewasa harus minum setidaknya sekitar 2,5 liter air perhari (setara dengan 8 gelas). Tetapi, dalam laporan juga mencatat bahwa sebagian besar tingkat asupan sudah terpenuhi melalui konsumsi makanan mengandung air tanpa perlu tambahan minum air putih.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ELaporan hasil penelitian pada tahun 1945 telah disalah tafsirkan, jumlah 2,5 liter air tidak harus dengan hanya minum air putih saja.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMitos ini kian nyaring ketika seorang ahli gizi bernama Frederick Stare menulis sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 1974. Dalam bukunya ia merekomendasikan untuk minum enam hingga delapan gelas perhari. Namun lagi-lagi pernyataan Stare disalah tafsirkan, dalam bukunya ia mencatat bahwa buah-buahan dan sayuran, serta minuman lain menjadi asupan cairan bagi tubuh. Jadi, bukan hanya air putih saja yang direkomendasikan sebagai asupan untuk keseimbangan cairan tubuh manusia.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EBerapa banyak air putih yang harus diminum setiap hari?\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ETidak ada jawaban khusus untuk pertanyaan ini. Kebutuhan asupan air pastinya berbeda-beda pada setiap orang, aktivitas setiap orang tidak mungkin sama. Banyak faktor yang dapat memungkinkan tubuh Anda membutuhkan air, seperti hidup di lingkungan yang panas pasti akan lebih banyak membutuhkan air minum dibanding hidup di lingkungan yang lebih dingin.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EUkuran tubuh, komposisi dan tingkat aktivitas setiap orang sangat bervariasi. Jika Anda seorang atlet, tinggal di iklim panas, pastinya akan lebih banyak membutuhkan asupan air. Intinya adalah bahwa kebutuhan air tidak bisa ditentukan dengan jumlah secara umum, kebutuhan air sangat individual. Minum 8 gelas setiap hari mungkin terlalu banyak bagi sebagian orang, bahkan bisa jadi terlalu sedikit bagi yang lainnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C!-- adsense --\u003E \u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EManfaat minum air secukupnya bagi kesehatan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EBerat badan:\u003C\/b\u003E Minum air yang cukup dapat membantu Anda lebih banyak membakar kalori, mengurangi nafsu makan jika dikonsumsi sebelum makan dan menurunkan resiko kelebihan berat badan secara jangka panjang. (Sumber \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/19661958\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E1\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/17228036\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E2\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/23318721\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E3\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E)\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EKinerja fisik lebih baik:\u003C\/b\u003E Dehidrasi secara sederhana dapat menggangu kinerja fisik. Kehilangan hanya 2% saja dari kadar air dalam tubuh Anda saat beraktivitas dapat meningkatkan kelelahan dan mengurangi semangat. (Sumber \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/20646222\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E4\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/17921463\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E5\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"http:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S2095254615000046\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E6\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E)\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EMengurangi keparahan sakit kepala:\u003C\/b\u003E Bagi mereka yang rentan terhadap sakit kepala, minum air lebih akan mengurangi intensitas dan durasi nyeri. Pada individu yang mengalami dehidrasi, minum air dapat membantu meringankan gejala sakit kepala. (Sumber \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/16128874\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E7\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/14979888\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E8\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E)\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EMencegah dan meringankan sembelit:\u003C\/b\u003E Pada orang yang mengalami dehidrasi, minum air yang cukup dapat mencegah dan meringankan sembelit. (Sumber \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/20646222\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E9\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/14681719\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E10\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E)\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EMenurunkan resiko batu ginjal:\u003C\/b\u003E Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, ada beberapa bukti menunjukkan bahwa meningkatkan konsumsi air dapat membantu mencegah kekambuhan pada orang yang cenderung berpotensi terjadi batu ginjal. (Sumber \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/22696340\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E11\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E, \u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/24448328\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E12\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E)\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003EKesimpulan\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ETidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa manusia harus minum 2,5 liter atau setara dengan 8 gelas air putih setiap hari. Selain air putih, makanan dan minuman lainnya yang kita konsumsi juga berkontribusi pada asupan cairan harian secara keseluruhan dan dapat membantu tetap terhidrasi. Air juga diproses dalam tubuh manusia melalui metabolisme.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EJika Anda ingin minum, dengarkan tubuh Anda dan biarkan rasa haus menjadi panduan saat yang tepat untuk minum. Minumlah air ketika Anda haus, berhenti ketika Anda tidak merasa haus lagi. Minum lebih banyak air ketika tubuh Anda banyak kehilangan cairan saat cuaca panas atau berolahraga. Minum air secara berlebihan tidak memiliki manfaat kesehatan, yang pasti itu akan membuat Anda berjalan lebih sering menuju kamar mandi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Ci\u003ESalam YukViral.\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cb\u003EReferensi:\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.sciencealert.com\/there-s-no-evidence-we-need-to-drink-eight-glasses-of-water-a-day-researcher-advises\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EScience Alert\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E (Glasses of Water a Day)\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/www.med.umich.edu\/1libr\/Gyn\/ObgynClinic\/8GlassesWaterMyth.pdf\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EHealth System University of Michigan. pdf\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E (\u003Ci\u003E8 Glasses Water Myth\u003C\/i\u003E)\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/articles.latimes.com\/2001\/jan\/15\/health\/he-12541\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ELos Angeles\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E Times\u003C\/span\u003E (All That Water Advice Just Doesn't Wash)\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.nytimes.com\/2015\/08\/25\/upshot\/no-you-do-not-have-to-drink-8-glasses-of-water-a-day.html?_r=0\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EThe New York Times\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E (\u003Ci\u003ENo, You Do Not Have to Drink 8 Glasses of Water a Day\u003C\/i\u003E)\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/authoritynutrition.com\/8-glasses-of-water-per-day\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003EAuthority Nutrition\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E (\u003Ci\u003EDrink 8 Glasses of Water a Day: Fact or Fiction?\u003C\/i\u003E)\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/12376390\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ENCBI\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E (\u003Ci\u003E\"Drink at least eight glasses of water a day.\" Really? Is there scientific evidence for \"8 x 8\"?\u003C\/i\u003E)\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/21450118\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ENCBI\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E (\u003Ci\u003EBlack tea is not significantly different from water in the maintenance of normal hydration in human subjects: results from a randomised controlled trial\u003C\/i\u003E)\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/24416202\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ENCBI\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E (\u003Ci\u003ENo evidence of dehydration with moderate daily coffee intake: a counterbalanced cross-over study in a free-living population\u003C\/i\u003E)\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/authoritynutrition.com\/8-glasses-of-water-per-day\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ENCBI\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E (\u003Ci\u003EThe Hydration Equation: Update on Water Balance and Cognitive Performance\u003C\/i\u003E)\u003Cbr \/\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/water%2C%20hydration%2C%20and%20health\/\"\u003E\u003Cspan style=\"color: red;\"\u003ENCBI\u003C\/span\u003E\u003C\/a\u003E (\u003Ci\u003EWater, hydration, and health\u003C\/i\u003E)\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/feeds\/7637296778606669747\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/03\/mitos-vs-fakta-minum-8-gelas-setiap-hari.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/7637296778606669747"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/496865830962513943\/posts\/default\/7637296778606669747"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/hoaxorfakta.blogspot.com\/2017\/03\/mitos-vs-fakta-minum-8-gelas-setiap-hari.html","title":"[Mitos Vs Fakta] Minum 8 Gelas Setiap Hari"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjB5Dafh40OQraTaAvqe0mLhAeT1fFasvfMC3tYwAnTYXpb9rOScDJ-ZQHYTo4GaY0WFpGC4czXdaxdyuHHrsUgx4JnviMGvbXqwcYvpPLFWfOMnBNGjZ3Tz3nhuaTrbiBpTJefC3jphHQ9\/s72-c\/minum.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});